Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PKM BIMA Gandeng PWNA Jatim Gelar Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis AR

Iklan Landscape Smamda
PKM BIMA Gandeng PWNA Jatim Gelar Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis AR
Foto bersama setelah kegiatan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis Teknologi Augmented Reality (Firdausi Nuzula/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kader kesehatan perempuan muda, Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis Teknologi Augmented Reality (AR) pada Sabtu (30/7/2025).

Kegiatan yang digelar di Surabaya dan diikuti oleh puluhan kader Nasyiatul Aisyiyah se-Jawa Timur ini mengangkat tema “Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks serta Peran Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Kanker Serviks.”

Pelatihan ini diadakan karena Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

Acara dibuka resmi oleh Ketua PWNA Jawa Timur, Desi Ratnasari SH.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa isu kesehatan perempuan, khususnya kanker serviks, merupakan prioritas yang membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen.

“Kanker serviks adalah masalah serius yang masih menghantui banyak perempuan Indonesia. Kehadiran kader Nasyiatul Aisyiyah sebagai agen deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka kasus dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Program ini adalah langkah maju yang patut didukung,” tegasnya.

Kegiatan PKM ini memberikan dua fokus utama, yakni peningkatan pengetahuan kader mengenai kanker serviks serta keterampilan dalam melakukan deteksi dini di tingkat komunitas.

Dalam pemaparannya, Ketua PKM BIMA Kemdiktisaintek, Irma Maya Puspita menjelaskan bahwa deteksi dini adalah kunci untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.

Ia juga memperkenalkan Aplikasi CerviScanAR, sebuah inovasi berbasis teknologi augmented reality yang dirancang untuk membantu kader kesehatan.

“Melalui aplikasi ini, kader dapat mempelajari simulasi pemeriksaan, mengenali gejala awal, serta memberikan edukasi kepada masyarakat secara lebih menarik dan mudah dipahami,” jelasnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pelatihan, karena aplikasi ini dianggap praktis dan ramah bagi pengguna.

Para kader menyampaikan bahwa CerviScanAR akan sangat membantu mereka ketika melakukan edukasi di komunitas, khususnya dalam menjangkau perempuan di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan.

Selain itu, dengan adanya dukungan teknologi, kader dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pentingnya pemeriksaan rutin seperti Inspeksi Visual Asam Asetat test maupun pap smear.

Program PKM BIMA ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menguatkan peran strategis kader Nasyiatul Aisyiyah sebagai garda terdepan pencegahan kanker serviks.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia akademik, kader perempuan Muhammadiyah, dan inovasi teknologi dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul sinergi berkelanjutan antara kader dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kanker serviks.

Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi model pemberdayaan kader kesehatan perempuan di daerah lain, sehingga kualitas hidup perempuan Indonesia semakin meningkat dan angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡