Halaman SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi) tampak berwarna pagi ini. Seluruh siswa, ustadz, dan ustadzah berkumpul dengan wajah berseri untuk merayakan momentum Halalbihalal pasca libur Idulfitri. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang sarat akan pesan menyentuh (30/3/2026).
Dalam amanatnya, Kepala SD Mutu Kagumi, Ustadzah Liza Rahmawati, S.Pd mengingatkan siswa tentang kemuliaan orang tua. Beliau menekankan bahwa Islam menempatkan sosok Ibu pada derajat yang sangat tinggi.
“Ustadzah ingin mengingatkan kembali hadis Rasulullah SAW yang sangat masyhur mengenai siapa yang paling berhak mendapatkan kebajikan kita. Ketika seorang sahabat bertanya, ‘Siapakah orang yang paling berhak aku berbuat baik kepadanya?’, Rasulullah menjawab, ‘Ibumu’ sebanyak tiga kali, barulah kemudian ‘Ayahmu’ (HR. Bukhari). Ini menunjukkan betapa besarnya bakti yang harus kita berikan kepada orang tua, terutama Ibu,” tuturnya lembut.
Ustadzah Liza juga memberikan pengertian mendalam mengenai peran guru sebagai orang tua di sekolah.
“Ustadz dan Ustadzah itu sangat sayang kepada kalian. Jika kami terkadang tegas, meminta sesuatu, atau melarang hal tertentu, itu semua demi kebaikan kalian. Karena saat di sekolah, orang tua kalian adalah para Ustadz dan Ustadzah,” tambahnya.
Usai apel, suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti momen bersalam-salaman secara bergantian sebelum akhirnya siswa masuk ke kelas masing-masing.
Hari pertama masuk sekolah ini diisi dengan rangkaian permainan kreatif yang menyimpan pesan moral mendalam:
- Kelas 1A & 1B (Bekel & Turbo Games). Bersama Ustadzah Anik, Rika, dan Wulan, siswa bermain Turahan Bodo Games (Turbo). Esensi permainan ini bukan sekadar menghabiskan sisa kue lebaran, melainkan mengajarkan nilai Anti-Mubazir. Siswa diajak bersyukur atas rezeki yang ada dan belajar bahwa sekecil apa pun sisa nikmat Allah harus tetap dihargai dan dibagikan dengan ceria.
- Kelas 2A & 2B (Tarik Kue Lebaran). Dipandu Ustadzah Putri, Fiqoh, dan Fifi, siswa bermain tarik kue dengan rafia. Permainan ini melambangkan Perjuangan dan Kesabaran. Untuk mendapatkan hasil yang manis (kue), diperlukan fokus dan usaha yang konsisten, sebagaimana perjuangan menjalankan ibadah selama satu bulan penuh.
- Kelas 3 & 4 (Merangkai Kata & Estafet Berkah). Ustadz Sucipto, Santy, dan Muhlish mengajak siswa bermain estafet kue lebaran. Permainan ini melatih Ketaatan dan Kepercayaan. Instruksi putaran kue lebaran mengajarkan siswa untuk patuh pada komando pemimpin agar keberkahan dapat mengalir lancar kepada sesama.
- Kelas 5 & 6 (Tangkap Rezeki). Di halaman sekolah bersama Ustadzah Ifa, Ustadz Anang, dan Adi, siswa bermain tangkap kue dengan ring. Maknanya adalah Ketepatan dalam Mencari Peluang. Di usia yang lebih dewasa, siswa diajak memahami bahwa rezeki harus dijemput dengan cara yang benar dan fokus yang tajam.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan mengisi LKPD bertema “Mohon Maaf Lahir Batin”. Visual stoples kue lebaran yang menarik mengajak siswa mencurahkan perasaan secara jujur sebagai bentuk refleksi diri.
Poin-poin dalam LKPD tersebut meliputi:
- Ceklis perasaan saat lebaran (Senang/Sedih).
- Tempat yang dikunjungi saat lebaran.
- Yang aku temui saat lebaran.
- Hal yang menyenangkan saat lebaran.
- Makanan yang aku sukai saat lebaran.
- Yang paling saya syukuri di lebaran tahun ini.
- Harapanku di lebaran yang akan datang.
Tepat pukul 10.00 WIB, warga sekolah kembali berkumpul untuk apel penutup. Ustadzah Liza menegaskan bahwa mulai Selasa, aktivitas pembelajaran akan kembali normal.
Beliau menitipkan pesan terakhir agar siswa memeluk dan meminta maaf yang tulus kepada orang tua sesampainya di rumah.
Hari ini, SD Mutu Kagumi bukan hanya merayakan selesainya hari raya, tetapi sedang menanamkan benih-benih karakter pada jiwa siswanya.
Karena sejatinya, Halal Bihalal adalah tentang menyambung yang putus, menghapus yang keruh, dan membasuh yang kotor dengan ketulusan hati.
Semoga langkah kaki yang kembali ke sekolah ini menjadi awal baru yang lebih putih, seputih hati yang saling memaafkan. Selamat kembali belajar, para pejuang ilmu!.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments