Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Raker PRM PRA Wage Perkuat Dakwah Digital dan Kemandirian Ekonomi

Iklan Landscape Smamda
Raker PRM PRA Wage Perkuat Dakwah Digital dan Kemandirian Ekonomi
Raker PRM PRA Wage Perkuat Dakwah Digital dan Kemandirian Ekonomi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Rapat Kerja (Raker) Bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Wage menghadirkan konsep berbeda. Digelar di UTC Trawas pada Sabtu-Ahad (25–26/7/2026), forum yang diikuti 113 pengurus ini tidak hanya menyusun program kerja, tetapi juga melahirkan langkah nyata melalui transformasi dakwah digital dan penguatan kemandirian ekonomi Persyarikatan.

Dua terobosan menjadi sorotan dalam raker tersebut, yakni peluncuran ICON IKROM, platform digital berbasis Android untuk mendukung tata kelola organisasi, serta komitmen seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Wage menyerahkan sebagian Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada Persyarikatan sebagai bentuk penguatan dakwah.

Ketua PCM Sepanjang, Ustaz Sam’un, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya mengelola organisasi dengan sungguh-sungguh sebagaimana pesan Al-Qur’an, “Fa idza faraghta fanshab” yang bermakna, apabila telah selesai dari suatu urusan, maka bersungguh-sungguhlah mengerjakan urusan yang lain.

“Raker bukan sekadar menyusun program, tetapi menjadi momentum menyatukan visi agar seluruh potensi Muhammadiyah dapat bergerak bersama untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat,” tegasnya.

Sidang pleno kemudian diisi dengan laporan program dan capaian dari berbagai majelis, organisasi otonom, serta Amal Usaha Muhammadiyah. Majelis Tabligh melaporkan peningkatan jumlah jamaah dalam berbagai kajian, bertambahnya jumlah hewan kurban setiap tahun, serta berkembangnya dakwah komunitas. Sementara itu, majelis lain memaparkan inovasi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial.

Perhatian peserta semakin tertuju saat tim ICMI Wage meluncurkan Icon Ikrom. Platform digital tersebut dirancang sebagai pusat informasi, administrasi, dan layanan organisasi berbasis Android.

Ketua ICMI Wage, Ahmad Nur Qomari, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut tidak hanya mendukung pengelolaan absensi, notulensi, keuangan, dan media informasi, tetapi juga dikembangkan sebagai platform custom e-learning untuk mendukung pendidikan Muhammadiyah.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui Icon Ikrom, kami ingin pelayanan organisasi menjadi lebih cepat, tertata, transparan, sekaligus mendukung dakwah Muhammadiyah agar semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Icon Ikrom membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah kini tidak hanya dilakukan dari mimbar ke mimbar, tetapi juga melalui ruang digital yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas. Berbagai konten dakwah yang dipublikasikan melalui media sosial bahkan telah menarik puluhan ribu penonton.

Budaya Berbagi untuk Persyarikatan

Menjelang penutupan raker, seluruh pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah secara bergiliran menyerahkan kontribusi berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada PRM Wage. Penyerahan dilakukan oleh Klinik ‘Aisyiyah Wage, PT Ikrom Surya Mandiri, Lazismu Wage, BTM Ikrom, SD Muhammadiyah 3 Ikrom, serta KB-TK ABA 25 Wage.

SMPM 5 Pucang SBY

Tradisi tersebut menjadi simbol kuat bahwa AUM tidak hanya berkembang untuk kepentingan lembaga masing-masing, tetapi juga berperan sebagai penopang keberlangsungan dakwah Persyarikatan.

Sekretaris PRM Wage, Muhajir, mengatakan kontribusi seluruh AUM merupakan wujud nyata semangat berjamaah dalam Muhammadiyah.

“Setiap Amal Usaha Muhammadiyah tidak berjalan sendiri-sendiri. Ketika semuanya saling menguatkan, dakwah akan memiliki fondasi yang kokoh, baik secara organisasi maupun ekonomi. Semangat inilah yang menjadikan Muhammadiyah Wage terus berkembang,” ungkapnya.

Pada sesi penutupan, Koordinator Majelis Tabligh, Mashuri, menilai raker tahun ini berbeda dari sebelumnya karena tidak hanya menunjukkan kekompakan 113 pengurus, tetapi juga memperlihatkan besarnya potensi ekonomi Muhammadiyah Wage melalui jaringan AUM yang terus berkembang.

Ia berharap seluruh majelis semakin profesional dalam membangun tata kelola organisasi, memperkuat manajemen, serta mengembangkan AUM yang mandiri dan memberi manfaat lebih luas bagi umat.

Hari kedua raker ditutup dengan senam bersama, permainan outbound, dan pembagian hadiah kepada seluruh peserta. Suasana penuh keakraban menjadi penegas bahwa membangun organisasi tidak hanya dilakukan melalui sidang pleno, tetapi juga melalui kebersamaan dan soliditas para pengurus.

Berbagai capaian tersebut semakin mengukuhkan Muhammadiyah Wage sebagai ranting yang sebelumnya dinobatkan sebagai Ranting Best of The Best oleh LPCR Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi ranting dalam membangun organisasi, mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah, memperkuat dakwah, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Raker PRM-PRA Wage 2026 pun menegaskan bahwa ranting Muhammadiyah dapat tumbuh semakin kuat melalui perpaduan tiga pilar utama, yakni penguatan kader, transformasi digital, dan kemandirian ekonomi. Model raker ini tidak berhenti pada penyusunan program, tetapi menghasilkan langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi ranting Muhammadiyah di berbagai daerah. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu