Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Remaja Melek Teknologi, tetapi Belum Cakap Membaca

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Remaja Melek Teknologi, tetapi Belum Cakap Membaca
Akrab dengan Gawai, Asing dengan Bacaan.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Thalita Safrida Azzahra Mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya

Di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat, kemampuan membaca seharusnya menjadi kompetensi dasar setiap remaja. Saat ini, remaja dapat mengakses berbagai informasi melalui gawai dan media sosial. Namun, muncul kontradiksi ketika sebagian remaja masih belum mampu membaca dengan lancar. Bahkan, beberapa di antaranya kesulitan memahami tulisan sederhana.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran. Sebab, literasi membaca menjadi keterampilan mendasar dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, kita tidak boleh meremehkan persoalan ini. Kemampuan membaca tidak hanya membantu remaja meraih prestasi akademis. Keterampilan ini juga membantu mereka memahami informasi, mengembangkan wawasan, dan mengambil keputusan secara tepat.

Tanpa kemampuan membaca yang memadai, remaja berisiko mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran. Mereka juga kesulitan memahami berbagai informasi yang beredar setiap hari.

Fenomena tersebut bukan sekadar dugaan. Tirto.id pada 16 Juli 2025 melaporkan pernyataan seorang anggota Komisi DPR RI. Berdasarkan pengamatannya di beberapa wilayah, masih terdapat siswa kelas I dan II SMP yang belum mampu membaca.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemampuan membaca membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Menurut saya, beberapa faktor dapat memengaruhi kondisi tersebut. Salah satunya adalah kurangnya pendampingan belajar sejak usia dini. Kondisi ini dapat muncul dari lingkungan keluarga maupun pendidikan.

Selain itu, metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak dapat menghambat perkembangan kemampuan membaca.

Penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan juga perlu mendapat perhatian. Kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi waktu anak untuk membaca secara mendalam.

Meski demikian, kita tidak boleh menganggap teknologi selalu membawa dampak negatif. Jika menggunakannya secara tepat, teknologi justru dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif.

Artikel detikEdu pada 3 April 2026 melaporkan hasil penelitian University of Georgia. Penelitian tersebut mengidentifikasi hubungan antara penggunaan media sosial remaja awal dengan perkembangan kemampuan membaca dan penguasaan kosakata. Temuan ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan penggunaan teknologi dan aktivitas membaca.

Meskipun demikian, kita tidak seharusnya menyalahkan remaja yang mengalami kesulitan membaca. Setiap anak memiliki kondisi dan proses belajar yang berbeda. Sebagian anak mungkin belum memperoleh akses belajar yang memadai.

Sebagian lainnya membutuhkan metode pembelajaran khusus. Karena itu, mereka membutuhkan dukungan dan bimbingan, bukan ejekan yang dapat merusak kepercayaan diri.

Kolaborasi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Keluarga dan sekolah perlu bekerja sama untuk mengatasi persoalan ini. Orang tua dapat membangun kebiasaan membaca sejak anak berusia dini. Sementara itu, guru perlu mengenali siswa yang mengalami kesulitan membaca. Dengan mengenali hambatan tersebut, guru dapat memberikan pendampingan sesuai kebutuhan setiap siswa.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pemerintah juga memiliki tanggung jawab memperluas akses pendidikan dan program literasi. Jika kesulitan membaca berlangsung lama, sekolah perlu melibatkan tenaga profesional. Penilaian yang tepat dapat membantu mengidentifikasi hambatan dan menentukan dukungan belajar yang diperlukan anak.

Masyarakat juga dapat mengambil bagian dalam membangun budaya membaca. Misalnya, masyarakat dapat mengadakan kegiatan membaca bersama dan menyediakan bahan bacaan yang mudah dijangkau. Upaya sederhana tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan literasi remaja.

Budaya membaca sebaiknya tumbuh dari lingkungan terdekat. Remaja tidak harus langsung membaca buku yang panjang atau materi yang berat.

Mereka dapat memulai dengan bacaan sederhana sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Pendekatan ini dapat membuat membaca terasa menyenangkan, bukan sekadar kewajiban.

Dukungan yang konsisten juga membantu remaja meningkatkan kepercayaan diri. Mereka dapat mengembangkan kemampuan membaca secara bertahap tanpa merasa malu menghadapi kesulitan.

Membaca sebagai Bekal Masa Depan

Kemampuan membaca merupakan kebutuhan penting bagi setiap anak. Perkembangan zaman tidak cukup hanya mendorong remaja agar cakap menggunakan teknologi. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan memahami informasi dan memperluas pengetahuan.

Persoalan kesulitan membaca di kalangan remaja harus menjadi pengingat bagi semua pihak. Pendidikan bukan sekadar proses naik ke jenjang berikutnya atau memperoleh ijazah. Pendidikan harus memastikan setiap anak menguasai kemampuan dasar untuk menjalani kehidupan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari keikutsertaan anak dalam sistem persekolahan. Keberhasilan juga terlihat dari kemampuan mereka mengembangkan potensi dan menghadapi tantangan kehidupan.

Saya percaya setiap anak memiliki potensi untuk berkembang jika memperoleh dukungan yang tepat. Karena itu, orang tua dan guru perlu berkolaborasi menciptakan suasana belajar yang nyaman. Mereka juga perlu mendorong anak agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Dengan demikian, kemampuan membaca tidak boleh dipandang sekadar sebagai tuntutan akademis. Literasi membaca merupakan bekal penting bagi remaja untuk memahami dunia, mengambil keputusan, dan membangun masa depan.

Perubahan memang membutuhkan proses. Namun, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan dampak berarti. Sudah saatnya kita memberikan perhatian lebih besar terhadap kemampuan literasi remaja.

Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena tidak memperoleh kesempatan belajar dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 31/10/2026 23:59
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu