Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Salat Istisqa Smamita, Badarman Ajak Jaga Ekosistem dan Muhasabah Diri

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Salat Istisqa Smamita, Badarman Ajak Jaga Ekosistem dan Muhasabah Diri
Ustaz Badarman ketika mengisi khotbah salat Istisqa di Smamita. Foto: Wildan
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang, Dr. H. Badarman, M.A., mengajak umat Islam melakukan muhasabah diri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi khatib salat Istisqa yang digelar SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) di lapangan sekolah, Jumat (23/10/2026).

Dalam khotbahnya, Badarman mengaitkan fenomena perubahan iklim dengan pesan Al-Qur’an tentang kebesaran Allah Swt. dan tanggung jawab manusia terhadap alam. Ia mengajak jamaah merenungkan Surah Ali Imran ayat 190–191 tentang tanda-tanda kekuasaan Allah dalam pergantian siang dan malam serta penciptaan langit dan bumi.

“Pergantian siang dan malam menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Lalu, siapakah orang-orang berakal itu?” ujarnya.

Badarman kemudian membacakan Surah Ali Imran ayat 191 yang menjelaskan karakter orang-orang berakal atau ulul albab.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.’”

Menurutnya, orang-orang berakal senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan. Mereka juga memikirkan kebesaran Allah yang tercermin dalam berbagai fenomena alam.

“Orang-orang yang berakal tersebut adalah mereka yang mengingat Allah dalam keadaan apa pun, sembari berpikir bagaimana kebesaran Allah di alam semesta ini,” jelasnya.

Ia mencontohkan proses terjadinya siang dan malam, penciptaan langit dan bumi, hingga perubahan iklim yang memengaruhi kehidupan manusia.

Perubahan Iklim dan Kerusakan Ekologis

Badarman menjelaskan, perubahan iklim membawa dampak nyata bagi kehidupan manusia. Kondisi yang semakin kering dan berkurangnya curah hujan dapat memicu berbagai persoalan lingkungan.

“Iklim yang semakin kering, curah hujan yang dikurangi oleh Allah Swt., menjadikan angin semakin kering, debu beterbangan, dan berbagai penyakit menyebar,” ungkapnya.

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Melalui ayat tersebut, ia mengingatkan jamaah agar menyadari peran manusia dalam menjaga maupun merusak lingkungan. Aktivitas seperti pembakaran dan emisi kendaraan bermotor perlu menjadi perhatian karena dapat memperburuk pencemaran udara dan persoalan ekologis.

“Kita harus sadar untuk tidak memicu kerusakan ekologis. Ekosistem publik harus kita jaga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat berkaitan dengan persoalan ketersediaan air. Karena itu, menjaga alam perlu menjadi bagian dari tanggung jawab bersama, bukan sekadar wacana.

Muhasabah Diri dan Kepedulian terhadap Alam

Menutup khotbahnya, Badarman mengajak jamaah menjadikan salat Istisqa sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, muhasabah tidak cukup dilakukan dengan mengingat kesalahan dan dosa pribadi. Umat Islam juga perlu mengevaluasi perilakunya terhadap alam dan lingkungan sekitar.

“Sudah sepatutnya kita bermuhasabah, bukan hanya dosa-dosa kita, tetapi juga bagaimana cara kita menjaga ekosistem,” pesannya.

Melalui pelaksanaan salat Istisqa ini, Smamita mengajak warga sekolah untuk memperkuat kesadaran spiritual sekaligus menumbuhkan tanggung jawab ekologis. Ikhtiar memohon hujan diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan sebagai bagian dari amanah manusia. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 23/10/2026 07:38
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu