Dua pekan lalu, tepatnya pada Senin (15/9/2025), sorak-sorai siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik pecah di halaman sekolah saat menyambut penerimaan Buku Antologi yang diterbitkan Nyalanesia melalui Program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional Tahun 2025.
Penantian selama lima bulan dengan segala upaya yang dicurahkan akhirnya terbayar. Buku Antologi berjudul “Meniti Jalan Berkah” yang mengangkat tema Ramadan menjadi bukti nyata dedikasi dan kesabaran para pegiat literasi di SDMM yang tak pernah surut.
Melalui Program GSMB Nasional 2025, SDMM kembali meneguhkan jati dirinya sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional. Sejak tahun 2020, SDMM konsisten berpartisipasi dalam GSMB Nasional, sebuah program yang diselenggarakan oleh Nyalanesia sebagai bentuk dukungan dalam menumbuhkan budaya literasi.
Untuk dapat bergabung dalam program ini, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, di antaranya:
- Pendaftaran peserta dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman.
- Pengumpulan karya sesuai jadwal yang telah ditentukan.
- Verifikasi karya oleh tim Nyalanesia.
- Konfirmasi akhir dan persetujuan.
- Penerbitan karya dalam bentuk Buku Antologi.
GSMB Nasional 2025 berhasil menghimpun 57 karya inspiratif dari 50 siswa dan 7 guru SDMM. Di balik setiap tulisan yang lahir dari pengalaman pribadi, tersimpan kisah tentang kerja keras, ketelatenan, serta semangat pantang menyerah yang patut diapresiasi.
Proses pengumpulan karya ini bukanlah perjalanan yang mudah, melainkan sebuah kisah perjuangan yang diwarnai dedikasi, ketekunan, dan motivasi tanpa henti dari para penulisnya.
Pencapaian ini membuktikan bahwa semangat menulis dapat tumbuh subur dengan dukungan dan motivasi yang tepat. Melalui Program GSMB Nasional, tidak hanya budaya menulis yang terus digelorakan, tetapi juga terbuka kesempatan bagi para peserta, yang terdiri atas siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengikuti seleksi penulis di tingkat nasional.
Selain itu, para peserta juga memperoleh Sertifikat Kompetensi Menulis serta Piagam Penghargaan sebagai Penulis Nasional.
Dari 50 siswa SDMM yang menjadi peserta GSMB Nasional 2025, tiga di antaranya terpilih sebagai Penulis Terbaik oleh Nyalanesia dan dinobatkan sebagai Duta Literasi Sekolah. Tidak hanya siswa, empat guru SDMM juga berhasil meraih Sertifikat dan Piagam Penghargaan sebagai Guru Aktif Literasi dan Pembina Literasi Sekolah.
Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Sekolah Berprestasi di Bidang Literasi, serta kepada SDMM yang dinobatkan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional Tahun 2025.
Tiga siswa yang terpilih sebagai Penulis Terbaik tersebut adalah:
1. Aureishah Putri El Qinzie dengan karya berjudul “Dering Sahur Berantai Pertamaku”.
2. Cuya Farhana Anwar dengan karya berjudul “Ramadan Bersama Keluarga”.
3. Aisyah Nareswari Oktania dengan karya berjudul “Ramadan… Milik Siapa Ya?”.
Salah satu siswa yang terpilih menjadi penulis terbaik, Cuya Farhana Anwar menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah. Saya sangat senang dan bersyukur dapat terpilih sebagai salah satu penulis terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, empat guru yang meraih Sertifikat dan Piagam Penghargaan sebagai Guru Aktif Literasi dan Pembina Literasi Sekolah adalah:
1. Ir. Siti Faizah dengan karya berjudul “Sahabat Surga”.
2. Ajeng Putri Dwi Rohma, S.Pd., dengan karya berjudul “Puasa Setengah Hari dan Rahasia Lemari Es”.
3. Eka Yunita Rakhmawati, S.Hum., dengan karya berjudul “Langkah Kecil di Sekolah Dasar”.
4. Zahara Firdausi, S.Pd., dengan karya berjudul “Mengenalkan Budaya Daerah di Bulan Ramadan”.
Sebagai puncak acara sekaligus penutup rangkaian Program GSMB Nasional, Nyalanesia secara rutin menyelenggarakan Festival Literasi Nasional (FLN) yang digelar setiap bulan April.
Harapannya, pada FLN 2026 mendatang, Duta Literasi SDMM dapat hadir dan menjadi saksi dari gerakan literasi yang megah sekaligus menginspirasi.
Selamat kepada para penyala literasi. Menulis adalah cerminan jiwa, tempat menitipkan rasa, pikiran, dan pengalaman yang tak selalu mampu terucap dengan kata. “Teruslah berkarya, sebab berkarya adalah bernyawa.” (*)






0 Tanggapan
Empty Comments