Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember memperkuat konsolidasi organisasi untuk menuntaskan Program Satu Data Muhammadiyah. Langkah ini menjadi fokus dalam Konsolidasi Organisasi Triwulanan yang digelar di Masjid Nurul Huda Muhammadiyah, Cabang Ambulu, Ahad (1/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran PDM Jember, pimpinan majelis dan lembaga, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), serta pimpinan dari 25 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Jember.
Forum ini menjadi momentum evaluasi program kerja sekaligus penguatan sinergi organisasi, terutama dalam mempercepat pendataan dan registrasi anggota Muhammadiyah berbasis digital hingga tingkat ranting.
Ambulu Jadi Contoh Pengelolaan Organisasi
Ketua PCM Ambulu, H. Zaenal Arifin, S.Pd., menyampaikan selamat datang kepada seluruh pimpinan persyarikatan yang hadir. Ia juga memaparkan perkembangan Muhammadiyah Ambulu yang telah berdiri sejak 1962 dan terus berkembang melalui berbagai amal usaha.
“Ambulu merupakan kota transit strategis yang dilintasi berbagai jalur dari arah utara, barat, dan timur menuju kawasan pantai selatan. Alhamdulillah, eksistensi Cabang Ambulu terus bergerak dan berkembang berkat solidnya kerja sama majelis, pimpinan, serta dukungan luas dari masyarakat,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan, Muhammadiyah Ambulu memiliki amal usaha di bidang pendidikan mulai dari TK hingga SMK. Selain itu, kegiatan tabligh melalui pengajian rutin serta aksi sosial kemasyarakatan juga terus digerakkan.
Di bidang sosial, PCM Ambulu melaksanakan pengumpulan ribuan kantong beras zakat dan infak serta kegiatan donor darah rutin setiap tiga bulan sekali.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dalam kepengurusan menjadi kekuatan tersendiri untuk mendorong inovasi dan digitalisasi organisasi.
PDM Jember Targetkan Zona Hijau
Ketua PDM Jember, Prof. Dr. H. Aminullah Elhady, M.Ag., mengapresiasi PCM Ambulu yang dinilai berhasil dalam pengelolaan organisasi dan administrasi. Berdasarkan pemetaan internal, Ambulu telah masuk kategori zona hijau.
“Dari 26 PCM di Kabupaten Jember, sebanyak 25 PCM hadir hari ini. Hanya satu yang berhalangan karena keperluan takziah. Capaian Ambulu yang masuk zona hijau patut diapresiasi dan menjadi penyemangat bagi cabang lainnya untuk terus berinovasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PDM Jember saat ini masih berada pada kategori zona kuning menuju hijau dalam pelaksanaan Program Satu Data Muhammadiyah.
Karena itu, seluruh PCM didorong untuk mempercepat pendataan dan registrasi anggota secara digital, terutama melalui penguatan koordinasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).
“Program Satu Data Muhammadiyah harus menjadi perhatian bersama. Pendataan anggota hingga tingkat ranting perlu dituntaskan agar organisasi memiliki basis data yang akurat dan dapat menjadi pijakan dalam menentukan kebijakan serta program dakwah,” menjadi penekanan dalam konsolidasi tersebut.
Selain pendataan anggota, PDM Jember juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi Muktamar Muhammadiyah mendatang yang akan diselenggarakan di Sumatera Utara, serta penataan manajemen amal usaha di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pondok pesantren.
Aspek legalitas formal dan tata kelola lembaga juga menjadi perhatian agar seluruh amal usaha dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan. Melalui konsolidasi ini, PDM Jember berharap seluruh pimpinan di tingkat daerah, cabang, dan ranting semakin solid dalam menjalankan program persyarikatan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments