Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Baru Kelas 1 SD, Kalila Sudah Hasilkan Enam Buku Cerita Anak

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Baru Kelas 1 SD, Kalila Sudah Hasilkan Enam Buku Cerita Anak
Brisia Arumi Kalila Fauzi bersma ibunya dan buku yang dtulisnya. Foto: Mulyanto/PWMU.CO
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Usianya baru tujuh tahun. Bangku sekolah dasar kelas 1F SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) baru setahun didudukinya. Namun, Brisia Arumi Kalila Fauzi sudah memiliki enam karya buku cerita anak bergambar (picture book).

Siswi yang akrab disapa Kalila ini membuktikan bahwa imajinasi anak-anak bisa menjelma menjadi karya nyata. Bahkan, produktivitasnya dalam berkarya turut mengantarkannya menyumbangkan rekor bagi Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Enam buku cerita yang dihasilkan Kalila berjudul Be Brave, Little Penguin, The Little Mermaid (adaptasi Putri Duyung), Jake and The Beanstalk (adaptasi Pohon Kacang Ajaib), Lila dan Biji Kecil, Oraya dan Hutan Berbisik, serta Diary Wallaya.

Dari enam karya tersebut, tiga di antaranya telah diterbitkan. Yakni Be Brave, Little Penguin pada Agustus 2025, The Little Mermaid pada November 2025, dan Lila dan Biji Kecil pada Oktober 2026.

Menariknya, proses kreatif Kalila tidak sepenuhnya berjalan sendiri. Sebagian karya lahir dari imajinasinya, sebagian lainnya tumbuh melalui kolaborasi bersama sang Mama.

Kalila menyumbangkan ide, imajinasi, serta semangat bercerita dan menggambar. Sementara Mama mendampingi melalui diskusi, pengembangan cerita, hingga penyempurnaan buku.

Pendampingan itu dilakukan dengan tetap memberi ruang bagi Kalila untuk mengembangkan gagasannya sendiri.

Di antara enam karya tersebut, Lila dan Biji Kecil memiliki tempat tersendiri di hati Kalila. Bukan sekadar karena buku itu menjadi salah satu karya terbarunya, tetapi karena untuk pertama kalinya karyanya bisa dinikmati langsung oleh teman-teman sekolah.

Buku tersebut juga turut berkontribusi dalam program Sabuku di SD Mudipat.

“Buku ini sangat spesial karena ini adalah buku pertama Kalila yang bisa dibaca dan dinikmati teman-teman SD Mudipat serta turut berkontribusi untuk program Sabuku,” ungkapnya.

Kalila mengaku senang sekaligus bangga ketika mengetahui ide dan imajinasinya bisa berubah menjadi buku yang dapat dibaca banyak orang.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pengalaman itu justru membuatnya semakin bersemangat. Ia ingin terus belajar menggambar dan menciptakan cerita-cerita yang lebih menarik.

Bagi orang tuanya, Marlina dan Hilal Fauzi, enam buku tersebut bukan semata-mata pencapaian dalam menghasilkan karya. Ada proses belajar yang jauh lebih penting di baliknya.

“Bagi kami, proses ini bukan semata-mata tentang menghasilkan buku, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kalila untuk belajar, melatih kesabaran, membangun rasa percaya diri, dan menghargai setiap proses,” tutur Marlina.

Mereka berharap Kalila tetap menikmati kegembiraan dalam berkarya. Tidak terbebani oleh target jumlah buku ataupun pencapaian tertentu.

“Kami berharap Kalila selalu menikmati proses berkarya dan memahami bahwa perjalanan belajar tidak kalah berharga dari hasil akhirnya,” imbuh Marlina.

Enam buku pada usia tujuh tahun menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan Kalila.

Namun, di balik deretan judul itu, ada hal yang tak kalah menarik: seorang anak yang sedang belajar menuangkan imajinasi, didampingi orang tua yang memberinya ruang untuk tumbuh.

Dari tangan kecilnya, cerita-cerita itu menemukan bentuk. Dan siapa tahu, buku-buku berikutnya sudah menunggu untuk dilahirkan. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 02/11/2026 10:51
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu