Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada 2026 membuat sejumlah sumur warga mengering. Belum lagi bila ditambah air yang bercampur dengan air asin (air payau).
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air bersih.
Di tengah situasi tersebut, Muhammadiyah Kapuas mendistribusikan air bersih secara berkelanjutan ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan.
Pada Kamis (29/10/2026), agenda ini dilaksanakan oleh Lazismu Kapuas, MDMC Kapuas, bersama para organisasi otonom Muhammadiyah (ortom) bergabung dalam Semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Bantuan yang Kelima
Program bantuan air bersih Kapuas 2026 ini merupakan aksi yang kelima kalinya dengan menyasar beberapa desa yang mengalami kekurangan air bersih.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Pada kali ini dilakukan di Desa Sare Pulau di RT 3,4,9 Kecamatan Bataguh, sebanyak 300 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi tersebut.
Ketua Lazismu Kapuas, Muhammad Arya, memastikan distribusi dilakukan secara bergilir agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan. Terutama beberapa kecamatan yang sangat membutuhkan air bersih
Di antaranya kecamatan Kapuas Hilir kelurahan Mambulau, kecamatan Selat Dalam kota Kapuas, kecamatan Pulau Petak desa Narahan, desa Bunga Mekar, dan Desa Sare Pulau di RT 3, 4, 9, kecamatan Bataguh.
Tercatat, jumlah air bersih yang dibagikan sebanyak 300 galon air minum atau 5.700 liter air minum.
“Kami pastikan air terus mengalir untuk warga yang membutuhkan. Sistemnya rolling (bergulir), dikarenakan penyaluran menggunakan galon dalam penyaluran air kepada warga terdampak kekeringan” ujar Arya.
Penyaluran air siap minum di Desa Sare Pulau sekaligus memperluas jangkauan pelayanan Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Kapuas.
Setelah menjangkau Selat, Kapuas Hilir, dan Pulau Petak, gerakan ini diharapkan terus menumbuhkan solidaritas serta memperkuat budaya gotong royong.
Air Bukan Hanya untuk Minum
Di sisi lain, Ketua MDMC Kapuas, Muhammad Hipni, bertugas mengatur distribusi agar bantuan dapat diterima warga secara merata, terutama untuk masyarakat yang sangat memerlukan.
“Air ini bukan hanya untuk minum. Warga menggunakannya untuk memasak, dan kebutuhan sehari-hari lainnya, makanya kami jaga agar tidak terlambat didrop” katanya.
Bagi Muhammadiyah, kepedulian harus hadir dalam tindakan. Setiap liter air yang disalurkan menjadi pengingat bahwa dakwah berkemajuan tidak berhenti pada kata-kata, melainkan hadir melalui kerja nyata, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi umat.
Melalui semangat menolong kesengsaraan umat, PD Muhammadiyah Kapuas bersama Lazismu dan MDMC berkomitmen terus menguatkan gerakan kemanusiaan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Sekretaris kecamatan Bataguh, Rahmat MN bersama para relawan setempat menyatakan terima kasihnya atas bantuan air siap minum yang telah disalurkan oleh Lazismu dan MDMC Kapuas.
“Ia juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk terus mendukung gerakan beramal bantu, dan jangan lupa bayar zakat, infak dan sedekah ke Lazismu Kapuas” ucapnya.






0 Tanggapan
Empty Comments