Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Empat Santri SPEAM Jadi Utusan PDM Kota Pasuruan di AMM Jatim #5

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Empat Santri SPEAM Jadi Utusan PDM Kota Pasuruan di AMM Jatim #5
Empat santri SPEAM menjadi utusan PDM Kota Pasuruan dalam AMM Jatim #5 dan mendapat pengalaman praktik dakwah (Muhammad Galih Dwi Afgansyah/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Empat santri Pesantren SPEAM Kota Pasuruan mengikuti Akademi Mubaligh Muhammadiyah Jawa Timur (AMM Jatim) #5 Zona Dakwah Malang Raya sebagai utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan. Keempatnya menjadi peserta termuda dalam kegiatan yang berlangsung di Apple Sun Kaliwatu, Kota Batu, pada 30 Oktober–1 November 2026.

Keempat santri tersebut adalah Baqir Dzakwan Fawwaza Nourdy, Muhammad Galih Dwi Afgansyah, Akram, dan Abdillah Ikbar. Mereka mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bersama peserta lain dari kalangan mahasiswa hingga orang dewasa.

Selama tiga hari, peserta mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga praktik dakwah. Keikutsertaan para santri SPEAM menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus belajar langsung dari peserta dengan latar belakang usia dan pengalaman yang beragam.

Pengalaman tersebut juga diikuti dengan kesempatan mempraktikkan kemampuan dakwah. Tiga dari empat santri SPEAM mendapat amanah dalam pelaksanaan salat Magrib. Baqir Dzakwan Fawwaza Nourdy bertugas sebagai imam, Abdillah Ikbar menyampaikan kultum setelah salat, sedangkan Akram menjadi muazin.

Kesempatan itu memberi pengalaman langsung bagi para santri untuk menjalankan peran keagamaan di hadapan peserta lainnya. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengasah kemampuan dan keberanian dalam menyampaikan pesan keagamaan.

Baqir Dzakwan Fawwaza Nourdy mengungkapkan, keikutsertaannya dalam AMM Jatim #5 bukan sekadar kesempatan menambah wawasan, melainkan juga ruang belajar untuk mempersiapkan diri sebagai kader dakwah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Meskipun menjadi peserta termuda, kami menyadari bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan mengambil peran. Justru pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk membawa ilmu yang diperoleh ke lingkungan pesantren dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Baqir, pengalaman mengikuti kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah membutuhkan kesiapan ilmu, keluasan wawasan, dan keberanian mengambil peran. Karena itu, proses belajar dan pengembangan diri perlu terus dilakukan agar generasi muda dapat berkontribusi bagi umat.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan setelah para santri kembali ke Pesantren SPEAM. Mereka juga berkomitmen mengembangkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

Keikutsertaan empat santri ini menunjukkan bahwa kaderisasi mubaligh Muhammadiyah dapat dimulai sejak usia pelajar. Selain memberikan ruang belajar, kegiatan semacam ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal tantangan dakwah sekaligus mempersiapkan diri mengambil peran di tengah masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 01/11/2026 22:55
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu