4. Pintu Kesehatan dan Afiyah
Kesehatan sering baru terasa sangat berharga ketika ia hilang.
Ketika tubuh sehat, seseorang dapat bekerja, beribadah, berkumpul dengan keluarga, dan melakukan banyak kebaikan. Tetapi ketika sakit datang, hal-hal sederhana seperti berjalan, tidur nyenyak, atau menikmati makanan pun bisa menjadi sesuatu yang sangat mahal.
Karena itu, mohonlah kepada Allah kesehatan, keselamatan, dan afiyah.
Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid-dunya wal-aakhirah.
“Ya Allah, aku memohon ampunan dan afiyah di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi)
Allah SWT juga berfirman: “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80)
Doa bukan pengganti pengobatan. Ketika sakit, berobatlah. Namun di balik ikhtiar medis, tetaplah menggantungkan hati kepada Allah.
5. Pintu Ketenangan Hati
Tidak semua orang yang tersenyum sedang baik-baik saja.
Ada seseorang yang tampak biasa saja di tempat kerja, tetapi setiap malam memikirkan utang. Ada ibu yang terlihat tenang di depan anak-anaknya, padahal diam-diam cemas memikirkan masa depan keluarga. Ada pula orang yang kehidupannya terlihat mapan, tetapi hatinya tidak pernah benar-benar tenang.
Allah SWT mengingatkan: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Karena itu, perbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, salat, dan doa.
Di antara doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah memohon agar Al-Qur’an menjadi penyejuk hati dan penghilang kesedihan.
Sebab, terkadang yang perlu kita ubah bukan keadaan di luar diri kita, melainkan cara hati memandang keadaan dengan pertolongan Allah.
6. Pintu Jodoh dan Keluarga Sakinah
Allah mengajarkan doa:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Keluarga yang bahagia bukan keluarga tanpa masalah. Keluarga bahagia adalah keluarga yang ketika masalah datang, suami dan istri tidak saling mencari siapa yang salah, tetapi bersama-sama mencari jalan keluar.
Anak-anak pun tidak hanya membutuhkan rumah yang besar. Mereka membutuhkan rumah yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, teladan, dan doa orang tua.
Maka, jangan hanya meminta pasangan yang baik. Mintalah pula agar kita sendiri menjadi pasangan yang baik.
7. Pintu Ampunan Dosa
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan.
Ada dosa yang diketahui orang lain. Ada pula kesalahan yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah.
Namun, sebesar apa pun dosa seseorang, jangan sampai ia lebih besar daripada harapannya kepada ampunan Allah.
Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Di antara doa yang dapat diamalkan:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Rabbighfirli wa tub ‘alayya innaka antat-tawwaabur-rahiim.
“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Jangan menunda tobat hanya karena merasa belum pantas menjadi orang baik.
Kita tidak bertobat karena sudah suci. Kita bertobat karena ingin kembali kepada Allah.





0 Tanggapan
Empty Comments