Asosiasi Pengusaha Pemuda Muhammadiyah (APPMU) dan Asosiasi Pengusaha Nasyiatul ‘Aisyiyah (APUNA) Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan Lazismu Sidoarjo menyiapkan bantuan modal usaha senilai total Rp6 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendorong tumbuhnya pengusaha muda.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Zoom Webpreneur bertema “Berani Wirausaha! Panduan Aksi 30 Hari Wirausaha Muda Menembus Pasar” yang digelar Selasa (13/10/2026), pukul 20.00–22.00 WIB. Kegiatan daring tersebut diikuti 66 peserta yang ingin memperluas wawasan dan mengembangkan kapasitas dalam berwirausaha.
Kegiatan menghadirkan Osman Nur Chaidir, CEO Goodsigma Sportwear, sebagai narasumber. Sementara itu, Nanda Dwi Febrianto Putra, Founder Iniitu.co, bertindak sebagai host.
Antusiasme peserta terlihat sejak sebelum acara dimulai. Sejumlah peserta telah memasuki ruang Zoom lebih awal dan aktif mengikuti diskusi, terutama ketika sesi tanya jawab membahas tantangan serta strategi mengembangkan usaha.
APPMU merupakan gerakan di lingkungan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sidoarjo yang berfokus pada bidang ekonomi dan kewirausahaan. Gerakan ini diarahkan untuk mendorong lahirnya pengusaha muda, memperkuat kapasitas pelaku usaha, dan membangun kolaborasi demi kemandirian ekonomi.
Adapun APUNA merupakan gerakan kewirausahaan di lingkungan Nasyiatul ‘Aisyiyah yang menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi perempuan muda. Melalui kolaborasi keduanya, kegiatan Zoom Webpreneur diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis sekaligus menghadirkan ruang belajar yang mudah diakses.
Ketua APPMU Sidoarjo, Bayu Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak berhenti pada pengetahuan dan gagasan, tetapi berani mengambil langkah nyata dalam mengembangkan bisnis.
“Melalui Zoom Webpreneur ini, kami ingin mendorong para pengusaha muda dan pelaku UMKM untuk tidak berhenti pada ide dan pengetahuan, tetapi berani mengambil langkah nyata, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun kolaborasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Bayu, yang juga merupakan Founder CV Olaidegroup Indonesia.
Menurut Bayu, peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu disertai akses terhadap sumber daya dan peluang pengembangan bisnis. Karena itu, APPMU dan APUNA membangun sinergi dengan Lazismu Sidoarjo untuk mendukung kemandirian ekonomi pelaku UMKM.
“Melalui kolaborasi APPMU, APUNA, dan Lazismu Sidoarjo, kami ingin menghadirkan ikhtiar nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi pelaku UMKM, salah satunya melalui program bantuan permodalan yang kini memasuki tahap kedua, setelah pada tahap pertama kami khususkan bagi teman-teman penyandang disabilitas. Kami berharap sinergi ini tidak hanya menjadi ruang belajar dan jejaring bisnis, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang, naik kelas, dan semakin berdaya sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dalam pemaparannya, Osman Nur Chaidir menekankan bahwa pola pikir kewirausahaan menjadi fondasi penting sebelum seseorang menyusun dan menjalankan strategi bisnis. Menurutnya, perjalanan usaha memiliki dinamika naik dan turun. Keberlangsungan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh ketersediaan pasar, pengelolaan keuangan, dan kekompakan tim.
“Layaknya kehidupan, bisnis juga memiliki siklus naik dan turun. Banyak bisnis yang tidak bertahan di masa depresi karena tidak tersedianya pasar, pengelolaan uang yang buruk, dan perpecahan tim—yang mana ketiganya adalah masalah yang berpusat pada manusia. Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh ke perencanaan, sangat diperlukan pola pikir kewirausahaan terlebih dahulu,” jelas Osman.
Selain mentalitas pengusaha, ia menyoroti pentingnya tata kelola bisnis yang tertib, khususnya dalam aspek legalitas, keuangan, dan perpajakan. Ketiga aspek tersebut dinilai berperan dalam membangun usaha yang profesional dan membuka peluang pertumbuhan.
“Legalitas, finansial, dan perpajakan bagaikan Trias Politica dalam konteks tata kelola usaha. Legalitas menjadi tonggak awal, kepatuhan pajak mendorong peningkatan literasi keuangan, dan kelengkapan administrasi inilah yang nantinya menstimulasi akselerasi pertumbuhan bisnis serta mempermudah akses permodalan,” tambahnya.
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber untuk menggali persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha serta memahami langkah-langkah pengembangan bisnis.
Selain memberikan pembelajaran kewirausahaan, APPMU dan APUNA Sidoarjo bersama Lazismu Sidoarjo menyiapkan bantuan modal usaha dengan total nilai Rp6.000.000. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pelaku UMKM, khususnya kalangan anak muda.
Program bantuan permodalan ini memasuki tahap kedua. Pada tahap pertama, bantuan secara khusus diarahkan kepada penyandang disabilitas yang memiliki semangat untuk menjalankan dan mengembangkan usaha.
Melalui program tersebut, ketiga pihak berharap dukungan permodalan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Informasi mengenai persyaratan dan mekanisme pengajuan bantuan disampaikan melalui panitia kegiatan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pelaku UMKM juga membutuhkan jejaring, pendampingan, akses sumber daya, dan peluang permodalan agar memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usahanya.
Belajar berwirausaha sejak muda bukan berarti seseorang harus langsung membangun perusahaan besar. Proses tersebut juga mencakup keberanian mengambil keputusan, membaca peluang, mengelola risiko, dan menciptakan nilai dari persoalan di sekitar.
Pengetahuan dan pengalaman dapat dibangun secara bertahap melalui proses belajar, percobaan, serta evaluasi. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal bagi pengembangan usaha yang lebih besar.
Melalui Zoom Webpreneur, APPMU dan APUNA Sidoarjo berharap semakin banyak pengusaha muda yang berani memulai, tekun mengembangkan bisnis, dan membangun kolaborasi untuk memperluas pasar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran kewirausahaan dengan dukungan pengembangan usaha. Dengan sinergi berbagai pihak, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments