Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bendahara Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Studi Tiru ke Masjid di Tiongkok

Iklan Landscape Smamda
Bendahara Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Studi Tiru ke Masjid di Tiongkok
Bendahara Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Studi Tiru ke Masjid di Tiongkok
pwmu.co -

Bendahara Takmir Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo, Zainul Arifin, melakukan kunjungan studi tiru ke sejumlah masjid di Tiongkok, di antaranya Masjid Saad bin Abi Waqas Guangzhou dan Shenzhen Mosque, Sabtu (18/4/2026).

Kunjungan ini dilakukan di sela agenda internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur yang melibatkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama sejumlah kepala sekolah Muhammadiyah.

Setibanya di Masjid Saad bin Abi Waqas, Zainul Arifin merasakan kesan spiritual yang mendalam dari masjid bersejarah tersebut.

” Masjid Saad bin Abi Waqas jamaahnya terasa khusyuk dan kesan spritual serta ukhuwah lebih kuat meskipun umat Islam sangat minoritas di Guangzhou” terang Pak Je, sapaan akrabnya.

Kunjungan dilanjutkan ke Shenzhen Mosque, tempat ia melaksanakan salat jamak qasar Dhuhur dan Asyar serta Magrib dan Isyak.

Ia mengaku terkesan dengan kebersihan dan ketertiban lingkungan masjid. Bangunan masjid terlihat kokoh dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah dan nuansa lokal Tiongkok yang sederhana namun elegan. Kubah dan menara berdiri megah di tengah kota modern Shenzhen.

“Yang paling terasa adalah suasana khusyuk dan tertib. Jamaah datang dengan disiplin, menjaga kebersihan, dan sangat menghargai waktu ibadah,” ungkapnya.

Di dalam masjid, ia menyaksikan jamaah dari berbagai latar belakang, baik warga lokal maupun Muslim dari Timur Tengah dan Asia Selatan. Meski umat Islam merupakan minoritas, semangat ukhuwah tetap terjaga.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selain sebagai tempat ibadah, Shenzhen Mosque juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keislaman, seperti kajian rutin, pembelajaran Al-Qur’an, hingga kegiatan sosial.

Pengalaman lain yang berkesan adalah bagaimana pengelola masjid mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas ibadah dan aturan pemerintah setempat.

“Kunjungan ini memberi banyak pelajaran. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pembinaan umat yang harus dikelola dengan profesional, tertib, dan terbuka,” tambahnya.

Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi pengelolaan Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran, khususnya dalam meningkatkan pelayanan jamaah, menjaga kebersihan, serta memperkuat fungsi sosial masjid.

” Sangat bersyukur walaupun mayoritas warga Tiongkok tidak beragama, umat Islam yang minoritas dilindungi oleh pemerintah Tiongkok untuk menjalankan ibadah dan semagat memakmurkan masjid ditengah keterbatasan” imbuhnya

Kunjungan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat tumbuh dan berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk di tengah kota modern seperti Shenzhen, dengan tetap membawa pesan damai dan persatuan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 20/04/2026 06:40
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡