Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunci Menaklukkan Peradaban Modern: Sains, Kekuasaan, dan Modal

Iklan Landscape Smamda
Kunci Menaklukkan Peradaban Modern: Sains, Kekuasaan, dan Modal
Muhammad Ernam. Foto: Masjid An-Nur Sidoarjo

Penguasaan ilmu pengetahuan, kekuatan kebijakan, dan dukungan modal menjadi tiga pilar utama untuk membangun peradaban unggul, sebagaimana pesan Al-Qur’an yang menantang manusia menembus batas langit dan bumi.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Ernam, M.Pd, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.

Ustaz Ernam mengingatkan pentingnya meneladani Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah yang mengangkat manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam.

“Di hari libur seperti ini, tidak semua orang memilih datang ke masjid. Maka kehadiran kita di sini adalah rahmat yang harus disyukuri,” ujarnya dalam ceramah subuh yang dilansir di kanal Youtube Masjid An-Nur Sidoarjo.

Ustaz Ernam mengangkat tafsir Surah Ar-Rahman ayat 33 yang berisi tantangan bagi manusia dan jin untuk menembus langit dan bumi. Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut bukan sekadar informasi, tetapi juga bentuk dorongan bagi manusia untuk terus berkembang.

Dia menyinggung kemajuan teknologi modern, termasuk eksplorasi luar angkasa yang dilakukan tokoh seperti Elon Musk yang disebut telah mengirim misi ke planet Mars.

“Al-Qur’an sudah memberikan isyarat sejak lama. Tinggal bagaimana kita sebagai umat Islam meresponsnya,” ungkapnya.

Tiga Pilar “Sultan” Menurut Buya Hamka

Mengutip tafsir Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, Ustaz Ernam menjelaskan makna “sultan” sebagai kunci untuk menaklukkan langit dan bumi. Ia memaparkan tiga unsur utama:

1. Sains (Ilmu Pengetahuan)

Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan eksplorasi luar angkasa, tidak terlepas dari ilmu pengetahuan. Umat Islam, menurutnya, harus kembali menempatkan ilmu sebagai prioritas utama.

“Ilmu adalah energi besar yang mengangkat derajat manusia,” tegasnya.

Dia juga menyinggung kejayaan masa lalu Indonesia yang pernah memiliki industri pesawat terbang, sebagai bukti bahwa umat mampu jika serius mengembangkan sains.

2. Kekuasaan (Kebijakan dan Komitmen Pemimpin)

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurutnya, kecerdasan sumber daya manusia tidak akan optimal tanpa dukungan kebijakan dari pemimpin. Ia menyoroti belum adanya negara Islam yang benar-benar memiliki komitmen kuat dalam penguasaan teknologi luar angkasa.

“Kekuatan politik menentukan arah kemajuan. Tanpa kebijakan yang berpihak, potensi hanya akan menjadi wacana,” ujarnya.

3. Modal (Kapital)

Faktor ketiga adalah ketersediaan dana. Tanpa modal yang memadai, seluruh rencana besar hanya akan menjadi angan-angan.

“Banyak negara maju mengalokasikan anggaran besar untuk riset dan luar angkasa. Pertanyaannya, apakah kita sudah ke arah sana?” katanya.

Refleksi untuk Umat Islam

Ustaz Ernam mengajak jamaah untuk merenungkan posisi umat Islam saat ini dalam percaturan global. Ia menilai, meskipun memiliki ajaran yang lengkap, umat belum sepenuhnya menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dia juga mengingatkan bahwa seluruh capaian manusia harus tetap dikembalikan kepada Allah SWT. Kesombongan akibat ilmu, kekuasaan, dan kekayaan justru akan menjauhkan manusia dari nilai-nilai spiritual.

“Jangan sampai kita menjadi sombong. Semua kekuatan berasal dari Allah. La haula wa la quwwata illa بالله,” tuturnya.

Ustaz Ernam juga mengajak umat Islam untuk aktif menuntut ilmu dan membangun ekosistem yang mendukung kemajuan.

Dia menekankan, pengamalan Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ini adalah tanggung jawab kita sebagai umat terbaik. Ayat-ayat Al-Qur’an harus hidup dalam tindakan,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 26/04/2026 22:11
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡