Dua mahasiswa Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), mengikuti Program Youth Creativepreneur Center (YCC) yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Almaeda Rizky Thomas Witaya dan Ahmad Yunus Annahar yang saat ini menempuh pendidikan di semester dua.
Program YCC Diskop UMKM Provinsi Jawa Timur dilaksanakan oleh UPT Pelatihan Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur di Aula Bakorwil I Madiun selama dua hari, Rabu-Kamis (20–21/5/2026).
Program Youth Creativepreneur Center tersebut dikemas dalam bentuk Pelatihan Desain dan Branding Kaos Berbasis Bisnis Kekinian Generasi Muda.
Materi pelatihan meliputi Design Operation Management hingga Brand Content Digital Marketing.
Kaprodi Biokewirausahaan UMJT, Irfan Miftakhul Fauzi, M.P. menjelaskan bahwa pada sesi Design Operation Management, peserta mendapatkan pelatihan mengenai dunia industri sablon, production workflow desain, risiko pasar industri sablon, hingga quality control.
Sementara pada sesi Content dan Digital Marketing, peserta memperoleh materi tentang dasar branding kaos, tren dan ide desain kaos, strategi konten penjualan sablon, hingga dasar live selling dan pemasaran digital.
“Harapan kami, dengan mendapatkan pelatihan tersebut mahasiswa memiliki tambahan pengetahuan dan bahan untuk update usaha di bidang yang dilatihkan sehingga lebih produktif ke depannya dan produk yang dibuat bisa lebih masif,” terang Irfan pada Senin (25/5/2026).
Irfan menambahkan, dua mahasiswa Prodi Biokewirausahaan yang dipilih mengikuti program tersebut memang telah memiliki usaha di bidang sablon.
“Iya. Karena peserta ada syaratnya seperti itu, yakni memiliki usaha sablon,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Yunus Annahar mengaku pelatihan bisnis sablon tersebut sangat bermanfaat, khususnya bagi anak muda yang baru memulai usaha.
Menurutnya, materi yang diberikan mampu menambah wawasan tentang pengembangan bisnis kreatif di masa depan.
“Pelatihan ini sangat cocok untuk kalangan anak muda dan untuk pelatihannya sangat menyenangkan,” kata Ahmad.
Hal serupa disampaikan Almaeda Rizky Thomas Witaya. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pelatihan tersebut karena membuka wawasan baru mengenai potensi bisnis fashion lokal.
“Kami diajarkan cara memasarkannya secara digital, memilih bahan baku, quality control produk yang baik, dan penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara akurat,” terang Almaeda.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut berhasil membangun motivasi dirinya dan peserta lain untuk berani memulai bisnis kaos yang memiliki karakter dan nilai kreatif.





0 Tanggapan
Empty Comments