Sebuah gapura bertuliskan “WINONG CAMP” kini menjadi identitas baru di kawasan camp ground Wana Wisata Winong. Penanda visual tersebut dihadirkan oleh KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 187 sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi wisata setempat.
Keberadaan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga identitas yang membuat kawasan tersebut mudah dikenali. Berangkat dari kondisi itu, mahasiswa KKN Berdampak UMM 187 menggagas pembuatan gapura yang ditempatkan di area masuk camp ground.
Wana Wisata Winong memiliki kawasan alam dengan pepohonan rindang dan suasana sejuk. Salah satu daya tariknya adalah area camp ground yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati suasana alam sekaligus melakukan kegiatan luar ruang.
Namun sebelumnya, kawasan tersebut belum memiliki penanda visual yang secara jelas menunjukkan identitas Winong, khususnya di area camp ground.
Melalui sektor ekonomi kreatif, KKN Berdampak UMM 187 kemudian menghadirkan gapura bertuliskan “WINONG CAMP” sebagai penanda kawasan sekaligus identitas visual baru.
Gapura WINONG CAMP diresmikan pada 24 Agustus 2026. Peresmian tersebut menjadi penanda hadirnya identitas baru bagi kawasan camp ground Wana Wisata Winong.
Program ini dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Moh. Jufri, S.T., M.T., serta melalui koordinasi dengan pengelola Wana Wisata Winong.
Perwakilan sektor ekonomi kreatif KKN Berdampak UMM 187, Umar Waulat dan Zainal Firadus Eriza, mengatakan gapura tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas kawasan sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
“Alasan kami membuat gapura bertuliskan ‘WINONG CAMP’ ini agar nantinya dapat menjadi identitas baru yang ada di Wana Wisata Winong, terlebih khusus di area camp ground-nya. Selain menjadi identitas bagi area camp ground, gapura ini juga dapat digunakan sebagai spot foto yang ikonik bagi Camp Winong itu sendiri,” ujar Umar Waulat dan Zainal Firadus Eriza.
Kehadiran gapura tersebut diharapkan tidak hanya membantu pengunjung mengenali lokasi, tetapi juga menjadi bagian dari dokumentasi mereka selama berada di kawasan wisata.
Tulisan “WINONG CAMP” yang berada di pintu masuk dapat memperkuat pengenalan kawasan ketika pengunjung mengabadikan momen melalui foto atau gambar.
Bendahara Wana Wisata Winong, Sukamto, menyambut positif kehadiran gapura tersebut. Menurutnya, kawasan Wana Wisata Winong sebelumnya belum memiliki identitas visual yang mudah dikenali pengunjung.
“Tanggapan dari kami sangat bagus sekali. Selama ini kami belum ada identitas. Orang mau foto atau ambil gambar, tidak ada tulisan Winong-nya. Dengan adanya gapura ini, identitasnya terlihat. Mungkin ketika foto di sini, orang bisa melihat bahwa ini adalah Winong,” ungkap Sukamto.
Menurutnya, keberadaan gapura tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen selama berada di kawasan tersebut.
Sukamto juga mengapresiasi proses dan hasil kerja mahasiswa KKN Berdampak UMM 187. Ia menilai kekompakan dan solidaritas mahasiswa menjadi salah satu kesan yang dirasakan selama pelaksanaan kegiatan.
“Panjenengan semuanya dari Tim KKN ini semoag tetap kompak, solid. Apa yang dipersembahkan ini sangat menunjang di Wana Wisata Winong. Kami terkesan sekali,” tambahnya.
Pembuatan gapura WINONG CAMP menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Berdampak UMM 187 dalam mendukung pengembangan potensi wisata melalui sektor ekonomi kreatif.
Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi penanda kawasan, tetapi juga berkembang sebagai ikon visual yang melekat dengan area camp ground Wana Wisata Winong.
Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan sebuah karya sederhana yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi kawasan wisata.
Gapura di pintu masuk tidak hanya berfungsi sebagai struktur penanda, tetapi juga dapat menjadi identitas lokasi dan bagian dari pengalaman pengunjung saat datang ke Wana Wisata Winong.
Ke depan, identitas WINONG CAMP diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Dukungan dari pengelola, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik serta pengenalan Wana Wisata Winong.





0 Tanggapan
Empty Comments