Sore itu, Sabtu (2/5/2026), langit Surabaya tak sepenuhnya bersahabat. Rintik hujan sempat menyapa perjalanan rombongan PWMU.CO dari Lamongan menuju Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, cuaca tak mampu meredam satu hal: semangat.
Rombongan kecil dengan energi besar itu dipimpin langsung oleh Redaktur PWMU.CO, Muh. Kholid Asyadulloh, bersama Editor PWMU.CO Alfain Jalaluddin Ramadlan, serta beberapa kontributor, termasuk Eko Hijrahyanto Erkasih. Total 15 orang berangkat dengan satu tujuan sederhana: menikmati laga Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak dalam lanjutan Liga 1.
Dari Doorprize Jadi Momen Tak Terduga
Cerita keseruan ini justru berawal dari sesuatu yang nyaris “tak terpakai”. Tiket pertandingan tersebut sejatinya adalah doorprize dalam resepsi 1 Dekade PWMU.CO di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Namun, karena banyak peserta sudah pulang, hanya empat nama yang beruntung mendapatkannya: Helman Sueb, Ian Pasha, Ali Ahmadi, dan Dian Adi.
Tak disangka, keempatnya justru berhalangan hadir.
Di titik itulah cerita berubah arah. Pemimpin Redaksi PWMU.CO, Agus Wahyudi, mengambil keputusan cepat: tiket harus tetap hidup, harus tetap memberi pengalaman.
Tugas pun diberikan kepada Alfain: kumpulkan 15 orang.
Dan seperti jaringan yang sudah terbangun lama, ajakan itu langsung bersambut. Dalam waktu singkat, rombongan dari Lamongan pun terbentuk.
Hujan Tak Menghentikan Langkah
Pukul 13.30 WIB, perjalanan dimulai. Jalanan sempat diguyur hujan. Baju boleh sedikit basah, tapi semangat? Tetap menyala.
Setibanya di stadion, rombongan Lamongan bertemu kontributor PWMU.CO asal Surabaya. Mereka kemudian bersama-sama memasuki tribun VIP tamu undangan, sebuah pengalaman yang mungkin tak semua suporter rasakan.
Tidak Hafal Yel-Yel, Tapi Tetap Total
Ada satu hal menarik: sebagian dari rombongan bukanlah Bonek garis keras. Bahkan, ada yang tidak hafal yel-yel khas Persebaya.
Namun, itu tidak menjadi penghalang.
Teriakan spontan, tepuk tangan, hingga ekspresi tegang saat peluang tercipta menjadi bukti bahwa sepak bola memang bahasa universal. Mereka larut, menyatu dengan atmosfer stadion yang bergemuruh.
Gol demi Gol, Sorak pun Pecah
Di lapangan, Persebaya tampil percaya diri. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, pesta itu dimulai di babak kedua.
Gol dari Milos Raickovic membuka kran, disusul gol kedua dari pemain yang sama. Lalu Francisco Rivera menambah dua gol lagi.
Skor 4-0 untuk Persebaya.
Setiap gol disambut dengan sorakan rombongan PWMU.CO yang mungkin tak hafal lirik yel-yel, tapi tahu betul cara merayakan kegembiraan.
Kemenangan itu memang milik Persebaya. Namun bagi rombongan PWMU.CO, ada hal lain yang lebih berkesan.
Ini tentang kebersamaan yang lahir dari kesempatan tak terduga. Tentang perjalanan di tengah hujan. Tentang tiket gratis yang berubah menjadi cerita. Tentang orang-orang yang mungkin jarang bertemu, tapi bisa tertawa dan bersorak bersama.
Dan mungkin, di situlah letak kemenangan yang sesungguhnya.
Di akhir kemudian menyanyikan lagu Anthem Persebaya (song for Pride). (*)





0 Tanggapan
Empty Comments