Kesibukan mengelola media tidak menyurutkan semangat empat awak PWMU.CO untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas akademik. Di tengah rutinitas jurnalistik yang padat, mereka berhasil menyelesaikan pendidikan magister dan mengikuti Wisuda ke-55 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Ahad (1/11/2026).
Keempat awak PWMU.CO tersebut adalah Agus Wahyudi (pemimpin redaksi), Mulyanto (wartawan), Alfain Jalaluddin Ramadlan (wartawan), dan Muhimmatul Azizah (kontributor). Mereka mengikuti prosesi wisuda di Dyandra Convention Center Surabaya bersama para lulusan lainnya.
Menariknya, tiga dari empat awak PWMU.CO itu meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd) dari Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mereka adalah Agus Wahyudi, Mulyanto, dan Muhimmatul Azizah. Sementara Alfain Jalaluddin Ramadlan menyelesaikan studi pada Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES).
Bagi mereka, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik. Ada perjalanan panjang yang ikut dirayakan. Di antara tenggat berita, liputan lapangan, penyuntingan naskah, dan berbagai tanggung jawab pekerjaan, mereka tetap berusaha menyediakan ruang untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga menyelesaikan penelitian.
Kesibukan di dunia jurnalistik dan proses akademik berjalan beriringan. Tidak selalu mudah membagi waktu dan energi. Namun, keinginan untuk terus bertumbuh membuat keduanya tetap diperjuangkan.
Suasana bahagia tampak mewarnai pertemuan mereka di hari wisuda. Kebersamaan yang selama ini terjalin dalam pekerjaan jurnalistik terasa semakin istimewa karena kali ini mereka merayakan pencapaian akademik bersama.
Agus Wahyudi mengungkapkan rasa syukur karena dapat menuntaskan pendidikan S2 bersama teman-teman seperjuangannya di PWMU.CO.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan magister bersama-sama. Kami sama-sama mencintai ilmu dan percaya bahwa belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang sudah bekerja atau memiliki tanggung jawab profesional,” ujarnya.
Menurut dia, pendidikan bukan semata-mata tentang memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, proses belajar seharusnya memperluas wawasan, mempertajam cara berpikir, dan meningkatkan kualitas seseorang dalam menjalankan profesinya.
“Bagi kami yang bekerja di dunia media, belajar menjadi kebutuhan. Jurnalis tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Ia juga perlu memperkaya perspektif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan terus memperbarui pengetahuan. Semua itu penting agar karya jurnalistik yang dihasilkan semakin berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Agus berharap pencapaian tersebut tidak berhenti pada seremoni wisuda. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus menjadi bekal untuk meningkatkan kontribusi, baik di lingkungan PWMU.CO maupun dalam kehidupan masyarakat.
“Wisuda hari ini menjadi salah satu momen yang akan selalu kami kenang,” ujar Mulyanto, yang meraih predikat wisudawan dengan IPK tertinggi, yakni 4,00.
Mereka tidak hanya pulang membawa gelar baru, tetapi juga kenangan tentang perjuangan membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan bangku kuliah.
Perjalanan yang dijalani masing-masing akhirnya mempertemukan mereka di panggung wisuda yang sama.
Setelah toga dilepas dan foto bersama diabadikan, kehidupan kembali berjalan seperti biasa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments