
PWMU.CO – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Transisi PAUD ke Sekolah Dasar (TPSD) kelas 1 di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan resmi ditutup, Jumat (25/7/2025).
Penutupan ini dilakukan dengan cara yang unik dan berkesan, melalui pertunjukan dongeng boneka yang menggugah hati serta menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini.
Pertunjukan dibawakan oleh Wali Kelas 1A, Yuni Kartika Sari, yang tampil di atas mini panggung bertirai marun. Pertunjukan ini mengangkat tema “Mutu dan Moly”, dua maskot sekolah yang telah menjadi ikon penyemangat siswa sejak hari pertama.
Dengan menghidupkan dua boneka tangan lucu bernama Rumi dan Ruma, Ibu Yuni membawakan kisah penuh hikmah tentang lima karakter utama Nabi Muhammad saw., yaitu: amanah, jujur, sabar, penyayang, dan pemaaf.
Dalam balutan cerita yang ringan, Rumi dan Ruma berdialog tentang keseharian anak-anak, seperti meminjam barang tanpa izin, menunggu giliran bermain, hingga meminta maaf kepada teman. Anak-anak pun duduk dengan penuh perhatian, larut dalam kisah yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh dan mendidik hati mereka.
“Anak-anak belajar melalui cerita. Lewat dongeng, mereka bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia mereka,” ujar Yuni usai pementasan.
Pertunjukan dongeng ini menjadi penutup yang manis setelah dua pekan penuh kegiatan adaptasi dan pembiasaan yang dijalani oleh siswa kelas 1 sejak Senin (14/7/2025).
Kegiatan MPLS TPSD untuk siswa kelas 1 dirancang untuk membantu anak-anak beradaptasi secara bertahap dan menyenangkan dari dunia PAUD ke jenjang sekolah dasar. Selama dua pekan, mereka diajak mengenal lingkungan sekolah, belajar tata krama, membiasakan budaya salam 7S, melaksanakan shalat Dhuha dan mengaji, hingga menjalani toilet training.
Anak-anak juga diajak bermain sambil belajar melalui kegiatan eksploratif, seperti melakukan eksperimen sederhana, mengenal huruf dalam nama sendiri, berhitung dengan benda konkret, hingga mempraktikkan adab sehari-hari, seperti bersikap sopan kepada guru dan teman.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Isrotul Sukma, menyampaikan bahwa MPLS TPSD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kesiapan mental, sosial, dan spiritual anak.
“Di masa transisi ini, kami berusaha menghadirkan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman, penuh kasih, dan bermakna. Anak-anak perlu waktu untuk merasa aman sebelum benar-benar siap belajar,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya kegiatan MPLS TPSD, siswa kelas 1 dijadwalkan mulai mengikuti pembelajaran penuh pada pekan depan, dengan jadwal pelajaran yang telah disusun oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ma’ruf. Pembelajaran akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing siswa.
Penutupan yang dikemas melalui dongeng ini menjadi simbol bahwa pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter anak sejak langkah pertamanya.
“Mereka bukan sekadar siswa, melainkan amanah. Tugas kami adalah mendampingi mereka tumbuh menjadi pribadi yang saleh, bahagia, dan siap menghadapi masa depan,” pungkas Isrotul. (*)
Penulis Sofi Koesminarsih Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments