Perjalanan menempuh pendidikan magister bukan sekadar tentang meraih gelar akademik. Di dalamnya terdapat perjuangan, proses belajar, kebersamaan, hingga pengalaman berharga yang membentuk pola pikir dan profesionalitas.
Pengalaman itulah yang dirasakan para alumni Program Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) setelah resmi diwisuda dalam Wisuda ke-55 di Dyandra Convention Hotel Surabaya, Ahad (1/11/2026).
Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para mahasiswa juga telah menjalani yudisium pada Jumat (30/10/2026).
Bagi mereka yang memulai perkuliahan pada 2024 dan menyelesaikannya pada 2026, dua tahun tersebut menjadi perjalanan yang singkat, tetapi penuh tantangan. Berbagai pengalaman selama perkuliahan, baik secara daring maupun luring, memberikan kesan tersendiri bagi para lulusan.
Ahmad Naufal, alumni asal Bangkalan, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil menyelesaikan pendidikan magister.
“Alhamdulillah, dua tahun yang singkat, tetapi tidak mudah. Saya merasa Umsura telah memberikan dukungan terbaik dalam upayanya mencetak calon akademisi, praktisi, dan profesional melalui Program HES yang siap bersaing, berkolaborasi, serta bersama-sama menghadapi tantangan umat pada level yang signifikan,” tuturnya.
Keluar dari Zona Nyaman
Pengalaman menarik juga dirasakan Imam Sopingi, alumni asal Surabaya yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia usaha konstruksi.
Dengan latar belakang pendidikan elektro dan pengalaman di bidang konstruksi, ia mengaku harus keluar dari zona nyaman ketika memutuskan melanjutkan studi di bidang Hukum Ekonomi Syariah.
“Awalnya merupakan tantangan tersendiri. Saya sempat ingin mundur karena merasa terlalu berat. Namun, dukungan dari teman-teman, meskipun perkuliahan banyak dilakukan secara daring, sangat luar biasa. Mereka saling mendukung dan rata-rata kooperatif. Inilah energi saya selama kuliah di HES,” ungkapnya.
Menurutnya, perkuliahan HES menuntut mahasiswa memahami ilmu hukum, fikih muamalah, akad-akad, serta prinsip-prinsip ekonomi Islam.
Meski sempat merasa kesulitan, seluruh tantangan tersebut akhirnya dapat dilalui. Ia mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui diskusi kelompok, interaksi dengan dosen, serta pertemanan dengan mahasiswa yang memiliki latar belakang beragam.
Pak Imam juga menyampaikan harapannya agar Umsura semakin aktif melakukan safari edukasi dan sosialisasi mengenai produk serta peluang usaha berbasis syariah.
“ khususnya kepada Generasi Z yang kritis, dinamis, dan mudah terpengaruh tren. Mereka merupakan bagian penting dari bonus demografi bangsa yang perlu dipersiapkan menjadi generasi pelaku dan penggerak ekonomi syariah masa depan,” pesannya.
Memperluas Wawasan dan Pola Pikir
Lukman Ali Bugasim, alumni asal Pasuruan, juga merasakan manfaat besar selama mengikuti perkuliahan Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah Umsura.
Menurutnya, pembelajaran yang dilaksanakan secara daring maupun luring memberikan banyak pengalaman, pengetahuan, dan wawasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan diri maupun dunia profesional.
“Perkuliahan di Umsura tidak hanya memberikan pemahaman secara akademis, tetapi juga mendorong kami untuk berpikir lebih kritis, terbuka, dan mampu mengembangkan pola pikir multidisiplin,” jelasnya.
Ia menilai, meskipun perkuliahan lebih banyak dilaksanakan secara daring, interaksi dengan dosen dan sesama mahasiswa tetap memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Lukman juga mengapresiasi para dosen yang kompeten dan inspiratif, serta senantiasa memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang.
Kebersamaan dengan teman-teman kuliah dari berbagai daerah dan latar belakang juga menjadi pengalaman berharga yang memperkaya perspektifnya.
Berharap Hadir Program Doktor HES
Sementara itu, Fahmi Attamimi, alumni asal Pasuruan, menilai proses perkuliahan S2 HES Umsura berjalan dengan baik dan memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa.
Dukungan dosen-dosen yang kompeten turut membantu mahasiswa memperoleh pemahaman materi yang lebih mendalam serta meningkatkan kemampuan dalam menyusun karya ilmiah.
“Perkuliahan memverikan banyak wawasan dan melatih kami memiliki sudut pandang yang lebih kritis serta terstruktur dalam menghadapi permasalahan di lapangan,” ungkapnya.
Selain penguatan keilmuan, Fahmi juga merasakan manfaat dalam memperluas silaturahmi dan jaringan dengan sesama mahasiswa dari berbagai daerah.
Ia berharap Umsura terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan akademik serta fasilitas perkuliahan.
Fahmi juga menyampaikan harapan agar Umsura segera membuka Program Doktor (S3) Hukum Ekonomi Syariah sebagai kelanjutan studi bagi para alumni.
“Semoga ada program beasiswa Kader Tarjih Muhammadiyah guna mendukung pengaderan di lingkungan persyarikatan. Semoga Umsura semakin sukses dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pesannya.
Bagi para alumni, kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, gelar magister menjadi bekal untuk mengembangkan keilmuan, meningkatkan profesionalitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pengalaman selama dua tahun di Umsura menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berkiprah dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments