Mengajar bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi ikhtiar menebarkan keberkahan. Karena itu, guru perlu senantiasa melibatkan Allah dalam setiap aktivitas, salah satunya dengan membiasakan diri berdoa. Jangan pernah bosan memohon kepada-Nya.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Khoirul Anwar, S.Ag., dalam Kajian Pagi guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Selasa (3/11/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Smart lantai 2.
Dalam kajian tersebut, dia mengingatkan pentingnya membiasakan membaca basmalah sebelum memulai aktivitas dan hamdalah setelah menyelesaikannya. Kebiasaan sederhana ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika mengajar di kelas.
“Paling sederhana adalah memulai sesuatu dengan basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah. Apa kalian sudah menerapkannya ketika sedang mengajar di kelas?” tanyanya kepada para peserta.
Menurutnya, guru tidak boleh melupakan bahwa ilmu berasal dari Allah. Oleh karena itu, doa menjadi salah satu cara untuk memohon keberkahan dan pertolongan-Nya dalam menjalankan tugas.
Dia juga menegaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah. Sebaliknya, orang yang enggan berdoa menunjukkan sikap kesombongan karena merasa tidak membutuhkan pertolongan-Nya.
Ustaz Khoirul Anwar kemudian mengutip hadis riwayat at-Tirmidzi:
الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ
Artinya: “Doa adalah inti dari ibadah.”
Pesan tersebut juga diperkuat dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surah Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ
Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.’”
Dia menjelaskan, ayat tersebut merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya agar senantiasa beribadah dan memohon kepada-Nya. Melalui ibadah, manusia mengharapkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
“Sebaliknya, kesombongan yang membuat seseorang enggan beribadah akan mendatangkan kehinaan. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak pernah merasa cukup untuk berdoa dan terus menjaga kedekatannya dengan Allah,” tegasnya.
Kajian pagi ini menjadi pengingat bagi guru dan karyawan Smamita bahwa setiap aktivitas, termasuk menjalankan amanah pendidikan, perlu disertai doa. Sebab, ilmu dan keberkahan sejatinya datang dari Allah Swt. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments