Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gempolpading, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, terus bergerak menebar kebermanfaatan melalui penguatan usaha ekonomi Persyarikatan. Bersama CV Sang Surya Multi Corporindo, PRM Gempolpading mengembangkan usaha jasa pertamanan, penjualan tanaman hias, serta inovasi pupuk cair Sang Surya Puca Jatam.
Program unggulan tersebut menjadi ikhtiar PRM Gempolpading dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi jamaah, khususnya petani dan masyarakat sekitar.
Ketua PRM Gempolpading, KH Dhuha Isma’il, menjelaskan bahwa kepengurusan rantingnya memiliki konsep yang berbeda dari umumnya. Dari 11 pengurus, terdapat satu ketua, tujuh wakil ketua, dua sekretaris, dan satu bendahara.
“Tujuh wakil ketua ini masing-masing membidangi sekaligus memimpin satu bidang strategis, yaitu dakwah, pendidikan, perkaderan, sosial, pemberdayaan, ZISWAF, dan SBO,” jelasnya, pada Senin (2/11/2026) via WhatsApp.
Ia menyebut kepengurusan tersebut sebagai Tim Kesebelasan PRM Gempolpading. Filosofi sepak bola menjadi inspirasi dalam menggerakkan organisasi, yakni setiap pengurus memiliki peran, saling bekerja sama lintas bidang, menjaga kekompakan, dan memiliki tujuan yang sama.
“Seperti tim sepak bola, kami ingin terus kompak, semangat, dan saling mendukung untuk mencetak gol-gol kebermanfaatan bagi Persyarikatan dan umat,” ungkapnya.
Pada CRM Award VII, PRM Gempolpading mengusung keunggulan di bidang usaha ekonomi melalui Sang Surya Landscape dan Sang Surya Puca Jatam.
Sang Surya Landscape, Produktifkan Tanah Wakaf
Sang Surya Landscape merupakan amal usaha ekonomi PRM Gempolpading di bawah CV Sang Surya Multi Corporindo yang bergerak dalam jasa pembuatan taman serta jual beli tanaman hias dan bonsai.
Keunggulan usaha ini terletak pada upayanya mengubah tanah wakaf yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan usaha yang bernilai ekonomi. Tanah yang semula kosong kini dimanfaatkan sebagai pusat display dan produksi tanaman hias.
“Tanah wakaf yang tadinya tidur kini menjadi produktif. Wakaf tidak hanya menjadi aset, tetapi juga bisa menjadi sumber kebermanfaatan yang berkelanjutan,” terang KH Dhuha Isma’il.
Keuntungan dari penjualan produk Sang Surya Landscape mengalir langsung ke kas PRM Gempolpading. Dana tersebut menjadi salah satu penopang pembiayaan berbagai program kegiatan Persyarikatan, termasuk mukafaah rutin imam tetap Masjid Al-Hidayah dan guru tahfidz Perguruan Muhammadiyah Gempolpading.
Usaha ini dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara PRM dan kader pengusaha. Pengelolanya adalah Nurkholis, Wakil Ketua PRM Gempolpading sekaligus pengusaha tanaman hias profesional yang memiliki pengalaman, jaringan, dan pasar luas hingga Jawa dan Bali.
Kolaborasi tersebut memadukan aset wakaf dan legalitas Persyarikatan dengan keahlian bisnis serta jaringan pasar kader. Hasilnya, usaha ekonomi Muhammadiyah dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar menghasilkan keuntungan, Sang Surya Landscape juga menjadi sarana pemberdayaan jamaah dan penggerak generasi muda. Keberadaan usaha ini membuka peluang kerja sekaligus menjadi inspirasi bagi pemuda dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) untuk mengembangkan kemandirian ekonomi.
“Dengan usaha yang profesional dan menghasilkan, jamaah semakin kuat karena PRM memiliki sumber dana mandiri yang jelas dan berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada ZIS jamaah. Pemuda juga tergerak karena melihat contoh nyata bahwa kader Muhammadiyah bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Sang Surya Landscape juga berperan dalam menghidupkan potensi dan kearifan lokal. Wilayah Lamongan bagian tengah, khususnya Kecamatan Pucuk bagian selatan, meliputi Desa Wanar, Gempolpading, dan sekitarnya, dikenal sebagai sentra pertamanan dan tanaman hias.
Melalui usaha ini, PRM Gempolpading berupaya memperluas promosi dan pemasaran potensi lokal tersebut. Kebutuhan pertamanan tidak hanya berasal dari rumah pribadi, tetapi juga berbagai instansi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), seperti rumah sakit, klinik, kampus, sekolah, masjid, mushala, dan gedung dakwah.
Dengan demikian, Sang Surya Landscape menjadi model kemandirian ranting melalui pengelolaan aset Persyarikatan yang produktif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Sang Surya Puca Jatam, Hadirkan Solusi bagi Petani
Selain pertamanan, PRM Gempolpading mengembangkan Sang Surya Puca Jatam, program unggulan di bidang pertanian yang berada di bawah divisi usaha CV Sang Surya Multi Corporindo.
Program ini lahir dari kebutuhan nyata warga Muhammadiyah Gempolpading. Lebih dari 90 persen anggota Persyarikatan di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani. Mereka kerap menghadapi persoalan kelangkaan pupuk saat musim tanam, harga pupuk yang relatif mahal, serta terbatasnya pilihan produk.
Melihat persoalan yang terus berulang, PRM Gempolpading berinisiatif menghadirkan solusi melalui kolaborasi dengan kader Muhammadiyah, Muhammad Syukur, ST, yang juga pengurus PRM dan telah berpengalaman lebih dari 15 tahun sebagai formulator pupuk.
Bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam), mereka mengembangkan pupuk cair Puca Jatam sebagai upaya mendukung kebutuhan pertanian jamaah.
Sejak sekitar satu setengah tahun lalu, Puca Jatam diproduksi dalam skala uji coba untuk tanaman alpukat. Hasil uji coba tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Tanaman alpukat yang dikenal membutuhkan kondisi tumbuh tertentu di wilayah Lamongan dilaporkan dapat tumbuh subur dan mulai berbuah dalam waktu relatif singkat, sekitar satu setengah tahun, setelah mendapatkan aplikasi Puca Jatam.
Kini, pemanfaatannya mulai dikembangkan pula untuk tanaman padi. Petani anggota Jatam Gempolpading menyambut positif kehadiran pupuk cair tersebut, yang dikembangkan dengan kandungan nutrisi dan unsur hara makro maupun mikro.
Bagi PRM Gempolpading, pengembangan Puca Jatam bukan sekadar inovasi usaha, melainkan bentuk nyata dakwah pemberdayaan di sektor pertanian.
“Melalui Sang Surya Puca Jatam, Muhammadiyah hadir memberikan solusi nyata, bukan sekadar retorika. Kami ingin membawa warga petani menuju kesejahteraan dan menjadi petani yang berkemajuan,” tegas KH Dhuha Isma’il.
Ia berharap usaha tersebut terus berkembang sehingga mampu membantu petani, memperkuat ekonomi jamaah, dan menjadi salah satu sumber kemandirian Persyarikatan.
Melalui Sang Surya Landscape dan Sang Surya Puca Jatam, PRM Gempolpading menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah dapat diwujudkan melalui pengelolaan aset, pemberdayaan kader, pengembangan usaha, serta penyelesaian persoalan masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments