Galon bekas yang semula dianggap tidak terpakai disulap menjadi pot bunga cantik melalui kegiatan Gelinding (Gerakan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini) di TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini berawal dari ajakan sekolah kepada anak-anak untuk mengumpulkan galon bekas dari rumah dan membawanya ke sekolah. Galon-galon tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi karya kreatif berupa pot bunga.
Proses pembuatan pot melibatkan murid TK Kelompok A1, A2, B1, dan B2, bersama Bunda Guru serta wali murid yang tergabung dalam pengurus paguyuban Kelompok A dan Kelompok B.
Bersinergi, Ciptakan Karya dari Barang Bekas
Kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak terlibat langsung dalam proses menghias dan mempercantik galon bekas dengan didampingi guru dan orang tua.
Sinergi antara sekolah dan pengurus paguyuban wali murid membuat suasana kegiatan semakin hangat. Anak-anak tampak senang dan antusias melihat benda yang mereka kumpulkan dapat berubah menjadi pot bunga yang cantik.
Kepala TK-KB ‘Aisyiyah Bustanul Athfal II, Sulistyowati, S.Pd., juga turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi motivasi bagi guru, pengurus paguyuban, orang tua, dan anak-anak untuk bersama-sama menciptakan pembelajaran yang bermakna.
Kegiatan Gelinding tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak Usia Dini.
“Anak-anak belajar bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang indah dan berguna. Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sulistyowati.
Dari Galon Bekas, Tumbuh Kepedulian
Melalui Gelinding, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Mereka dikenalkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk mengurangi dan memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai.
Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Kebersamaan antara anak, guru, dan wali murid menciptakan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat sinergi sekolah dan keluarga.
Pot bunga hasil karya bersama tersebut selanjutnya dapat dirawat oleh anak-anak. Mereka belajar bertanggung jawab dengan menyiram dan merawat tanaman yang ada di dalamnya.
Dari galon bekas menjadi pot bunga. Dari kegiatan sederhana tumbuh kreativitas, kepedulian, dan cinta terhadap lingkungan.
Gelinding menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat dikenalkan kepada anak Usia Dini melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan melibatkan seluruh ekosistem pendidikan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments