Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Tuberkulosis (TB) pada anak dilakukan Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) melalui kegiatan Gercep TB (Gerakan Cepat Tanggap Tuberkulosis).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Upaya Menurunkan Kejadian TB pada Anak” tersebut dilaksanakan di TK ABA 04 Pondok Modern Paciran, Kamis (29/09/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti 46 peserta. Edukasi difokuskan pada penguatan pengetahuan masyarakat mengenai TB pada anak.
Mulai dari mengenali penyakit, memahami penularan, mengenali tanda dan gejala, hingga mengetahui langkah pencegahan dan pentingnya deteksi dini.
Ajak Pahami Persoalan TB
Materi disampaikan oleh Isni Lailatul Maghfiroh SKep Ns MKep. Penyampaian materi tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga mengajak peserta memahami persoalan TB yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga kesehatan anak dan lingkungan keluarga.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab.
Ibu-ibu peserta aktif berinteraksi dengan pemateri, menyampaikan berbagai pertanyaan dan menanggapi materi yang telah diberikan. Interaksi tersebut membuat suasana edukasi berlangsung dinamis dan komunikatif.
Berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta menjadi ruang untuk memperjelas informasi mengenai TB pada anak.
Pemateri kemudian memberikan penjelasan secara langsung sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Tetapi dapat mengaitkannya dengan kondisi yang mungkin dijumpai di lingkungan keluarga.
Ukur Pemahaman Peserta
Sebagai bagian dari evaluasi, tim pelaksana memberikan pre-test dan post-test kepada peserta. Sebanyak 46 peserta mengikuti pre-test sebelum penyuluhan dan 46 peserta mengikuti post-test setelah materi diberikan.
Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat pemahaman peserta terhadap materi edukasi yang disampaikan.
Melalui rangkaian penyuluhan, diskusi, dan evaluasi, peserta memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengenalan TB, cara penularan, tanda dan gejala, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini TB pada anak.
Kegiatan Gercep TB diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi dapat mendorong peserta untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak dan menerapkan langkah-langkah pencegahan TB dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Umla turut menghadirkan edukasi kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Gercep TB menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat literasi kesehatan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan Tuberkulosis pada anak.
Salah satu mahasiswa S1 Keperawatan Umla, Imelda, mengatakan bahwa kegiatan edukasi tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa.
Khususnya untuk terlibat secara langsung dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan Tuberkulosis pada anak.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang Tuberkulosis, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami” terang Imelda.
“Interaksi dengan ibu-ibu peserta juga memberikan pengalaman bagi kami untuk memahami berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul terkait kesehatan anak” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan edukasi seperti Gercep TB menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa keperawatan.
Selain memahami materi secara akademik, mahasiswa juga dituntut mampu berkomunikasi dengan masyarakat, memberikan informasi kesehatan secara tepat. Serta mendorong kesadaran tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini Tuberkulosis pada anak.





0 Tanggapan
Empty Comments