Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. dr. Insira Yumna Kisdianti, alumni FK UMSURA angkatan 2019, berhasil lolos dalam program Professional Exchange yang diselenggarakan oleh International Federation of Medical Students Associations (IFMSA) di Jerman.
Program ini merupakan salah satu ajang pertukaran mahasiswa kedokteran bergengsi yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung di institusi kesehatan internasional, salah satunya di Universitatsmedizin Greifswald, Jerman.
Insira mengungkapkan bahwa informasi awal mengenai program ini ia peroleh dari organisasi mahasiswa kedokteran CIMSA yang membuka berbagai peluang exchange. Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian, program koas di luar negeri, hingga magang di rumah sakit di berbagai benua seperti Eropa, Afrika, dan Asia.
“Awalnya saya mendapatkan informasi dari CIMSA yang membuka program exchange untuk mahasiswa kedokteran,” ujarnya.
Seleksi program ini tergolong sangat ketat. Dari sekitar 500 pendaftar secara nasional, hanya tiga peserta yang berhasil lolos ke Jerman, masing-masing berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Dalam mempersiapkan keberangkatan, Insira melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh. Ia memperdalam kembali konsep public health, khususnya terkait sistem kesehatan, promosi dan pencegahan penyakit, serta isu kesehatan global yang relevan di Eropa.
Program exchange tersebut berlangsung selama satu bulan, tepatnya pada bulan Maret tahun ini. Selama periode tersebut, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang intensif dan terstruktur tanpa mengganggu kewajiban akademik di institusi asal.
Kegiatan dilaksanakan di berbagai lokasi di Jerman, termasuk di Universitatsmedizin Greifswald Hospital dan Institut für Hygiene. Tidak hanya terpusat di satu tempat, peserta juga mengunjungi berbagai institusi pendidikan, pusat riset, hingga layanan kesehatan dan komunitas.
Selama program berlangsung, Insira terlibat dalam berbagai aktivitas akademik dan praktik lapangan. Kegiatan tersebut meliputi perkuliahan, diskusi sistem kesehatan Jerman, workshop interaktif, studi kasus, hingga diskusi lintas negara dengan peserta dari berbagai latar belakang.
Tak hanya itu, Insira juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung implementasi public health, mulai dari upaya pencegahan penyakit hingga manajemen layanan kesehatan di masyarakat yang juga merupakan keunggulan kompetensi lulusan FK UMSURA.
Pengalaman paling berkesan bagi Insira adalah kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan mahasiswa dan praktisi kesehatan dari berbagai negara. Ia menyadari bahwa pendekatan kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya, sistem sosial, dan kebijakan masing-masing negara.
“Saya belajar bahwa pendekatan kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebijakan negara masing-masing,” ungkapnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan sistem kesehatan di Jerman yang menempatkan pencegahan dan edukasi sebagai fondasi utama.
Selain memperkaya wawasan akademik, pengalaman hidup mandiri di luar negeri turut membentuk karakter dirinya menjadi lebih terbuka, fleksibel, dan percaya diri dalam lingkungan internasional.
Menurutnya, program ini bukan hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga menjadi langkah awal untuk berkontribusi sebagai tenaga kesehatan di tingkat global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments