Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Iran Tolak Negosiasi Langsung dengan AS, Ketegangan geopolitik semakin meningkat

Iklan Landscape Smamda
Iran Tolak Negosiasi Langsung dengan AS, Ketegangan geopolitik semakin meningkat
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam wawancara di sela forum diplomasi di Antalya, Sabtu (18/4).
pwmu.co -

Pemerintah Iran menegaskan belum siap untuk melanjutkan perundingan langsung dengan Amerika Serikat, dengan alasan Washington masih mempertahankan tuntutan yang dianggap berlebihan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam wawancara di sela forum diplomasi di Antalya, Sabtu (18/4).

Mengutip Associated Press, Khatibzadeh menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesiapan untuk menggelar pertemuan tatap muka dengan pihak AS.

“Kami belum sampai pada tahap untuk melanjutkan ke pertemuan langsung karena masih ada sejumlah isu di mana Amerika belum meninggalkan posisi maksimalisnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Iran menginginkan adanya kesepakatan kerangka (framework agreement) terlebih dahulu sebelum melangkah ke pertemuan langsung.

Dalam pernyataannya, Khatibzadeh juga menolak klaim Presiden AS Donald Trump terkait pengambilalihan uranium Iran.

“Saya bisa memastikan bahwa tidak ada material uranium yang akan dikirim ke Amerika Serikat. Ini bukan opsi yang bisa dibahas,” tegasnya.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS akan masuk ke Iran dan “mengambil seluruh debu nuklir”, merujuk pada sekitar 970 pon (440 kilogram) uranium yang diperkaya yang diduga berada di fasilitas nuklir Iran.

Khatibzadeh menilai bahwa hambatan utama dalam negosiasi adalah sanksi sepihak yang diberlakukan oleh AS terhadap Iran.

“Pihak lain harus memahami dan mengatasi kekhawatiran utama kami, yaitu sanksi sepihak yang ilegal serta bentuk terorisme ekonomi yang menargetkan rakyat Iran,” ujarnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia menuduh kebijakan tersebut bertujuan melemahkan ekonomi Iran dan menekan stabilitas internal negara.

Terkait konflik regional, Iran menegaskan bahwa gencatan senjata harus mencakup Lebanon, yang sebelumnya menjadi medan konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah.

Khatibzadeh juga menyatakan bahwa Iran akan terus mempertahankan kontrol terhadap Selat Hormuz sebagai bagian dari negosiasi.

“Selat Hormuz akan tetap terbuka dan aman bagi pelayaran sipil,” ujarnya.

Namun, Presiden Trump sebelumnya menegaskan bahwa blokade AS akan tetap berlangsung dan serangan dapat dilanjutkan jika tidak ada kesepakatan dengan Iran.

Situasi antara Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam ketidakpastian tinggi. Dengan perbedaan posisi yang signifikan, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih menjadi tanda tanya besar.

Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan pasar energi global.

Revisi Oleh:
  • Satria - 20/04/2026 07:03
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡