Banyak orang mudah terbawa arus lingkungan. Ketika mayoritas melakukan kebaikan, mereka ikut berbuat baik. Namun saat keburukan menjadi kebiasaan, mereka pun ikut melakukannya. Islam mengajarkan sikap yang berbeda. Seorang mukmin harus memiliki prinsip hidup yang kokoh, tetap berpegang pada kebenaran, dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan maupun tren yang bertentangan dengan ajaran Allah.
Berikut versi yang lebih mengalir, kuat, dan mudah dipahami:
Jika keterbatasan harta, kemiskinan, serta tidak memiliki gelar, jabatan, atau kekuasaan justru membuat kita lebih banyak bersyukur, lebih dekat kepada Allah, dan lebih sering mengingat-Nya, maka keadaan itu jauh lebih baik daripada memiliki kekayaan, gelar, jabatan, dan kekuasaan yang melimpah, tetapi justru menjadikan hati lalai dan melupakan Allah Azza wa Jalla.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An Nisa: 58)
Surat An-Nisa ayat 58 berisi perintah Allah SWT tentang menunaikan amanah, menegakkan keadilan, dan kesadaran bahwa Allah Maha Mengawasi.
Perintah Menunaikan Amanah
• Hak Allah dan manusia: Amanah mencakup kewajiban hamba kepada Allah (seperti ibadah) serta hak antarmanusia seperti titipan, utang, atau jabatan.
• Tanggung jawab pemimpin: Ditujukan khusus kepada penguasa atau pemimpin agar memberikan hak rakyatnya secara tepat.
Perintah Berlaku Adil
• Keputusan hukum: Saat menyelesaikan masalah atau berselisih, wajib bersikap adil tanpa memihak.
• Tanpa diskriminasi: Keadilan harus ditegakkan kepada siapa saja tanpa memandang status sosial, keluarga, atau golongan.
Pengajaran dan Pengawasan Allah
• Sebaik-baik pengajaran: Perintah amanah dan adil adalah didikan terbaik dari Allah untuk keselamatan hidup manusia.
• Maha Mendengar dan Melihat: Peringatan bahwa segala perbuatan, ucapan, dan keputusan hukum dipantau langsung oleh Allah SWT.
Sesungguhnya bahwa tujuan utama hidup manusia adalah beribadah dan mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT, sang pencipta segalanya. Manusia tidak boleh tunduk atau menghamba kepada sesama manusia yang berkuasa, karena kekuasaan makhluk bersifat sementara dan terbatas.
Nabi Muhammad saw bersabda:
لَا تَكُونُوا إِمَّعَةً تَقُولُونَ: إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا، وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ، إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا، وَإِنْ أَسَاءُوا فَلَا تَظْلِمُوا
“Janganlah kalian menjadi orang yang tidak punya pendirian (imma’ah) yang berkata: ‘Jika manusia berbuat baik, kami pun ikut berbuat baik, dan jika mereka berbuat zalim, kami pun ikut berbuat zalim’. Akan tetapi, teguhkanlah diri kalian: Jika manusia berbuat baik, berbuat baiklah kalian; dan jika mereka berbuat kejahatan, janganlah kalian ikut berbuat zalim.” (Hadis ini tercatat dalam Jami’ at-Tirmidzi nomor 2007)
Nabi Muhammad saw pernah berpesan kepada umatnya untuk tidak terombang-ambing mengikuti apa kata dan apa laku orang secara membabi buta.
Beliau memerintahkan orang Mukmin untuk selektif; apakah perbuatan itu baik atau buruk. Jika baik, ia diperintahkan untuk melakukannya dan jika buruk, ia diperintahkan untuk tidak melakukannya, walaupun banyak orang yang melakukannya.
Poin Penting Prinsip Hidup dalam Hadis:
• Menolak Latah: Umat Islam dilarang bertindak hanya mengikuti arus mayoritas atau tren tanpa memandang benar atau salah.
• Konsisten dalam Kebaikan: Jika lingkungan sekitar melakukan kebaikan, seorang berprinsip akan ikut mendukung dan melakukannya.
• Teguh saat Lingkungan Buruk: Jika orang banyak melakukan kezaliman atau keburukan, prinsip seorang mukmin mencegahnya untuk ikut-ikutan berbuat jahat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments