Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sidoarjo meluncurkan program RALINA (Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah) sebagai kado istimewa Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah.
Program tersebut resmi diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan Kajian Ahad Pagi PDM Sidoarjo pada Ahad, 17 Mei 2026, di Masjid An-Nur. Peluncuran RALINA berlangsung dengan antusiasme tinggi dari jamaah yang hadir.
RALINA hadir sebagai rumah literasi yang berfokus pada penguatan minat baca serta pengembangan kreativitas anak. Program ini menjadi bentuk kepedulian kader Nasyiatul Aisyiyah terhadap pentingnya pendidikan dan budaya literasi sejak usia dini di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Peluncuran RALINA dalam momentum Kajian Ahad Pagi PDM Sidoarjo menjadi simbol sinergi antara dakwah, pendidikan, dan gerakan sosial yang terus dihidupkan kader perempuan muda Muhammadiyah.
Kehadiran rumah literasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mudah diakses anak-anak di lingkungan masyarakat.
Ketua PDNA Sidoarjo, Nur Ravita Hanun, menegaskan bahwa RALINA bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar, berimajinasi, dan mengembangkan potensi diri.
“Melalui RALINA, kami ingin menghadirkan gerakan literasi yang dekat dengan anak-anak. Ini menjadi bagian dari ikhtiar Nasyiatul Aisyiyah untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Berbagai kegiatan edukatif akan dihadirkan dalam program RALINA. Di antaranya pojok baca anak, dongeng edukatif, kelas menulis, pendampingan belajar, literasi digital, hingga aktivitas kreatif yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan konsep rumah literasi yang ramah anak, RALINA diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif bagi generasi muda.
Selain menjadi pusat literasi anak, RALINA juga menjadi bentuk nyata gerakan sosial Nasyiatul Aisyiyah yang tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi bersama sekolah, orang tua, komunitas, dan masyarakat luas.
Ke depan, kegiatan RALINA akan terus berlanjut dan menjadi bagian dari rangkaian Kajian Ahad Pagi PDM Sidoarjo berikutnya.
Dengan demikian, rumah literasi ini tidak hanya hadir sebagai program seremonial milad, tetapi juga sebagai gerakan berkelanjutan untuk menanamkan budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.
Momentum Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah melalui peluncuran RALINA menjadi bukti bahwa perempuan muda Muhammadiyah terus menghadirkan inovasi gerakan yang memberi manfaat nyata bagi umat.
Melalui semangat literasi dan pemberdayaan, PDNA Sidoarjo berharap RALINA mampu menjadi cahaya ilmu bagi anak-anak serta melahirkan generasi pembelajar yang cerdas, berakhlak, dan berkemajuan di masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments