Masjid At-Taqwa Demangan Bangkalan dipenuhi jamaah sejak pagi, Minggu (27/9/2026). Mereka mengikuti kajian bertema “Tauhid, Fondasi Kehidupan Seorang Muslim”.
Kajian digelar atas kerja sama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bangkalan dan Takmir Masjid At-Taqwa. Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.
Antusiasme jamaah terlihat dari padatnya masjid hingga sebagian peserta mengikuti kajian dari area luar.
Jamaah datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar Muhammadiyah, organisasi otonom, pelajar dan pemuda, remaja masjid, hingga masyarakat umum.
Ilmu Jangan Berhenti sebagai Pengetahuan
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Dr Ir H Tamar Djaja MM mengajak jamaah agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan.
Ia mengingatkan bahwa bertambahnya ilmu semestinya membuat seseorang semakin dekat kepada Allah, memperbaiki ibadah dan akhlaknya, serta memberi manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut menjadi pengantar menuju kajian utama yang disampaikan Ustadz Mujiman dari Korp Mubalig Muhammadiyah Yogyakarta.
Tauhid menjadi pembahasan utama dalam kajian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tauhid bukan hanya pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan.
Tetapi, menjadi dasar yang memengaruhi cara seorang Muslim beribadah dan menjalani kehidupan. “Tauhid berarti mengesakan Allah” jelasnya dalam kajian.
Pembahasan juga menyentuh berbagai pandangan mengenai keberadaan Tuhan, di antaranya ateisme, agnostisisme, dan deisme.
Materi tersebut digunakan untuk menguatkan pemahaman jamaah tentang pentingnya keyakinan kepada Allah dan tidak membangun kehidupan di atas keraguan terhadap keberadaan-Nya.
Tauhid dibahas melalui tiga aspek, yakni rububiyah, uluhiyah, serta asma wa sifat. Rububiyah berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur kehidupan.
Uluhiyah menegaskan bahwa hanya Allah yang menjadi tujuan ibadah. Sementara asma wa sifat berkaitan dengan keimanan terhadap nama dan sifat-sifat Allah.
Pembahasan tidak berhenti pada teori. Ustadz Mujiman juga mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Termasuk cara beribadah, meminta pertolongan, menghadapi pilihan, serta menyikapi takdir.
“Seorang Muslim tetap perlu berusaha ketika memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan, sedangkan sesuatu yang berada di luar kendali perlu dihadapi dengan sabar dan berserah diri kepada Allah” terang Mujiman.
Kajian tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa tauhid bukan sekadar materi yang dipelajari dalam forum keagamaan.
Tauhid menjadi dasar dalam membentuk cara seorang Muslim beribadah, bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan.





0 Tanggapan
Empty Comments