
PWMU.CO – Suasana malam Selasa di Masjid Al-Jihad Muhammadiyah Payaman, Lamongan, terasa lebih syahdu dari biasanya. Pada Selasa malam, (3/6/2025), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Payaman menggelar kajian rutin “Rebonan”.
Rebonan merupakan kegiatan pekanan yang telah menjadi wadah spiritual warga Muhammadiyah dan jamaah sekitar untuk memperdalam pemahaman keislaman dan mempererat ukhuwah.
Dimulai pukul 19.15 WIB, tepat setelah shalat isya berjamaah, puluhan peserta yang terdiri dari warga Muhammadiyah setempat, ortom Muhammadiyah, serta jamaah Masjid Al-Jihad tampak khusyuk mengikuti kajian dengan penuh antusias.
Kajian kali ini menghadirkan sosok yang sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat Muhammadiyah Payaman, yakni Ketua Takmir Masjid Al-Jihad, Drs Syukron Rachman MM sebagai narasumber.
Dengan tema yang menggugah hati, “Istighfar dan Keutamaannya”, kajian ini menjadi pengingat penting akan kekuatan amalan sederhana namun sarat makna dalam kehidupan seorang muslim.
Dalam ceramahnya, Drs Syukron menekankan bahwa istighfar bukan sekadar ucapan lisan, melainkan wujud kerendahan hati seorang hamba dalam mengakui keterbatasan dan memohon ampunan dari Allah SWT.

Tak hanya membahas keutamaan istighfar dalam konteks spiritual, narasumber juga menjelaskan bahwa istighfar dapat menjadi penyejuk jiwa, penenang pikiran, dan jalan menuju solusi hidup.
Kajian ini menjadi refleksi mendalam bagi para peserta, terlebih dalam suasana pasca Ramadan, ketika semangat ibadah masih menggelora.
Istighfar adalah pintu rahmat, kunci keberkahan, dan penghapus dosa. Rasulullah SAW sendiri beristighfar yang banyak dalam tiap harinya. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar tanpa sesi tanya jawab. Meski demikian, peserta tetap mengikuti dengan fokus dan khidmat hingga akhir acara.
Menurut salah satu jamaah, kegiatan rebonan seperti ini sangat dirindukan karena mampu menyegarkan jiwa di tengah rutinitas harian.
“Alhamdulillah, kajiannya menyejukkan hati. Kami merasa tercerahkan dan semakin semangat untuk memperbanyak istighfar dalam keseharian,” ujar Fahrur, salah satu peserta kajian rutin Rebonan.
PRM Payaman berkomitmen untuk terus mengadakan kajian rutin ini secara konsisten sebagai bentuk syiar dakwah dan upaya memperkuat keimanan warga Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Payaman.
Kajian Rebonan tidak hanya menjadi forum ilmu, tetapi juga ruang silaturahmi dan kebersamaan dalam balutan nilai-nilai Islam yang mencerahkan.
Dengan berakhirnya kajian sekitar pukul 21.10 WIB, para peserta pulang dengan membawa ilmu dan semangat baru. Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan malam itu dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui istighfar yang tulus dari hati.(*)
Penulis Helmy Choiriyanto Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments