Suasana haru dan bangga terasa di rumah besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, Surabaya. Setelah Kajian Ahad Pagi Pencerah yang dihadiri sekitar 1.500 warga Muhammadiyah, PCM Kenjeran melanjutkan rangkaian kegiatan dengan peresmian gedung baru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dan Sport Center PCM Kenjeran, Ahad (27/9/2026).
Peresmian dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Kehadiran menteri menjadi momentum istimewa bagi PCM Kenjeran.
Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya agenda tersebut. Menurutnya, sejak PCM Kenjeran berdiri pada 1993, baru kali ini pihaknya berkesempatan menghadirkan seorang menteri dalam agenda resmi di lingkungan PCM Kenjeran.
“Sejak berdirinya PCM Kenjeran pada 1993, baru kali ini kami bisa menghadirkan Bapak Menteri,” ungkap Ali Fauzi.
Ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan di rumah besar PCM Kenjeran, termasuk jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Menguatkan Amal Usaha di Berbagai Bidang
Ali Fauzi menjelaskan, perjalanan PCM Kenjeran tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik. Di balik gedung-gedung yang berdiri, terdapat amal usaha Muhammadiyah yang terus berkembang di berbagai bidang.
Di bidang keagamaan, PCM Kenjeran memiliki 10 masjid. Menurut Ali Fauzi, masjid-masjid tersebut telah memiliki IMB dan sertifikat sebagai aset Persyarikatan Muhammadiyah.
Di bidang sosial, PCM Kenjeran mengelola dua gedung Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang dilengkapi asrama putra dan putri. Saat ini terdapat sekitar 20 anak asuh. Selain itu, LKSA PCM Kenjeran juga memberikan santunan kepada 23 lansia.
Pada bidang ekonomi, PCM Kenjeran memiliki Muhammadiyah Business Center (MBC) sebagai salah satu ikhtiar mengembangkan kemandirian ekonomi warga.
Sementara di bidang kesehatan, tersedia rumah praktik dokter mandiri dengan konsep pembayaran seikhlasnya. Layanan tersebut menjadi bentuk kepedulian Muhammadiyah agar akses kesehatan dapat dirasakan masyarakat.
Pendidikan PCM Kenjeran Terus Bertumbuh
Perkembangan amal usaha juga terlihat di bidang pendidikan. PCM Kenjeran bersama Aisyiyah mengelola sejumlah lembaga pendidikan anak, mulai taman pengasuhan anak, kelompok bermain, hingga TK Aisyiyah.
Di antaranya TK Aisyiyah 05, TK Aisyiyah 48 dan 55, serta Kelompok Bermain Aisyiyah 27, 30, dan 48 Surabaya. Secara keseluruhan, jumlah peserta didik mencapai sekitar 551 siswa.
Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, PCM Kenjeran memiliki MI Muhammadiyah 25 dengan sekitar 651 siswa. Tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah bahkan membuat penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2027/2028 telah terpenuhi. PCM Kenjeran pun mulai membuka inden untuk tahun pelajaran 2028/2029.
Sementara itu, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya kini memiliki sekitar 760 siswa.
Gedung Baru Dibangun karena Animo Masyarakat
Pembangunan gedung baru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya menjadi salah satu bukti perkembangan tersebut. Pembangunan tahap pertama dikerjakan selama sekitar 10 bulan, mulai Desember 2025, dengan biaya sementara mencapai sekitar Rp3,15 miliar.
Gedung tersebut dimanfaatkan untuk ruang perpustakaan dan pembelajaran. Namun, tingginya animo masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah 15 Surabaya membuat PCM Kenjeran kembali menambah ruang baru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.
Selain gedung sekolah, PCM Kenjeran membangun Muhammadiyah Center yang di dalamnya dikembangkan Sport Center. Pembangunan dimulai Oktober 2024 dan ditargetkan berlangsung hingga September 2026 dengan biaya sekitar Rp2 miliar.
Menariknya, pembangunan tersebut lahir dari semangat gotong royong warga Muhammadiyah. Pembiayaan dilakukan melalui swadaya, urunan warga Muhammadiyah, serta infak pegawai.
Ibu-ibu Aisyiyah juga turut mengambil bagian dengan mengumpulkan dana secara sukarela, mulai Rp5.000 hingga Rp10.000.
“Semua ikut berkontribusi. Ada yang besar, ada yang kecil. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujar Ali Fauzi.
Dari Pengorbanan Tokoh, Menjadi Sejarah Baru
Ali Fauzi berharap keberadaan gedung baru tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang PCM Kenjeran. Gedung yang dilengkapi lift serta Sport Center diharapkan menjadi salah satu fasilitas unggulan sekaligus bagian dari sejarah perkembangan Muhammadiyah di kawasan Surabaya Utara.
Menurutnya, capaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari pengorbanan para tokoh Muhammadiyah terdahulu. Mereka telah merintis dan menjaga Persyarikatan sejak puluhan tahun lalu.
Ali Fauzi sendiri menjadi bagian dari perjalanan PCM Kenjeran sejak 1993 hingga 2015. Menurutnya, apa yang kini terlihat dalam bentuk gedung dan amal usaha merupakan buah dari proses panjang, kerja keras, serta pengorbanan banyak pihak.
Peresmian gedung baru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dan Sport Center PCM Kenjeran pun bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi penanda perjalanan panjang sebuah gerakan yang dibangun dari keikhlasan, gotong royong, dan keyakinan bahwa amal usaha Muhammadiyah harus terus tumbuh untuk memberi manfaat bagi umat dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments