Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Lamongan (KKN Umla) Kelompok 20 menggelar sosialisasi pemilahan sampah dan penggunaan alat Ecopilah di Balai Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut menjadi salah satu program KKN Umla Kelompok 20 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan tepat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan Aprelia Afidatul Hanafi, dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), sebagai pemateri. Keterlibatan dosen diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat berdasarkan perspektif akademik sekaligus penerapan di kehidupan sehari-hari.
Edukasi Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Aprelia menjelaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Peserta dikenalkan dengan berbagai jenis sampah serta cara menempatkannya sesuai kategori.
Menurutnya, pemilahan merupakan langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Sampah yang telah dipilah akan lebih mudah dikelola, dimanfaatkan kembali, maupun diproses sesuai karakteristiknya.
Mahasiswa KKN Umla Kelompok 20 juga mengajak masyarakat untuk tidak melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah masih dapat digunakan kembali dan memiliki nilai guna.
Materi sosialisasi kemudian dikaitkan dengan penggunaan Ecopilah sebagai salah satu alat yang dapat membantu proses pemilahan dan pengelolaan sampah agar lebih tertata.
Kenalkan Penggunaan Ecopilah
Selain mendapatkan edukasi tentang pemilahan sampah, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan cara menggunakan Ecopilah.
Melalui pengenalan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan. Peran masyarakat sejak dari rumah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Umla Kelompok 20, Haris Imaduddin, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari awal. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat menjadi lebih mudah ditangani dan tidak hanya berakhir sebagai limbah,” ujarnya.
Haris menjelaskan, kehadiran dosen sebagai pemateri juga menjadi upaya mahasiswa untuk memberikan edukasi yang lebih komprehensif.
“Kami sengaja menghadirkan pemateri dari kalangan dosen agar materi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya berdasarkan pengalaman, tetapi juga mendapatkan penguatan dari sisi akademik. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan pemahaman yang benar dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sekdes Brengkok Apresiasi Kegiatan
Sekretaris Desa Brengkok, Rody Santoso, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang digagas KKN Umla Kelompok 20.
Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Umla Kelompok 20. Sosialisasi seperti ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana sampah seharusnya dipilah dan dikelola dengan baik,” ujarnya.
Rody berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Harapannya masyarakat bisa menerapkan apa yang sudah disampaikan. Sampah yang ada di rumah maupun lingkungan bisa mulai dipilah, sehingga pengelolaannya menjadi lebih mudah dan lingkungan Desa Brengkok juga semakin bersih,” tambahnya.
Ia juga menilai kehadiran mahasiswa KKN Umla di Desa Brengkok memberikan kontribusi positif melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dorong Kebiasaan Peduli Lingkungan
Sosialisasi tersebut menjadi sarana bagi KKN Umla Kelompok 20 untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Mahasiswa mengajak masyarakat memulai pengelolaan sampah dari langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Kegiatan ini juga menunjukkan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif bagi masyarakat. Melalui pengetahuan yang diberikan, warga diharapkan tidak hanya memahami pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
KKN Umla Kelompok 20 berharap kegiatan tersebut dapat mendorong perubahan kebiasaan masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan.
“Mulai dari memilah, mengelola, hingga memanfaatkan dengan tepat,” menjadi semangat yang diusung mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi KKN Umla Kelompok 20 dalam mendukung terciptanya lingkungan Desa Brengkok yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments