Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umum (RS PKU Muhammadiyah Sekapuk) Gresik terus memperkuat layanan kesehatannya dengan menghadirkan Klinik DOI (Disease of Immunocompromised).
Klinik ini menjadi layanan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan HIV/AIDS dengan pendekatan yang profesional, ramah, dan tanpa stigma.
Klinik DOI menyediakan berbagai layanan mulai dari konsultasi risiko penularan HIV/AIDS, tes skrining, hingga pengobatan menggunakan terapi ARV (Antiretroviral).
ARV merupakan obat yang berfungsi mengendalikan HIV dengan cara menghambat replikasi virus di dalam tubuh.
Dengan penggunaan rutin dan sesuai anjuran medis, terapi ini mampu menjaga sistem kekebalan tubuh pasien tetap optimal sehingga mereka dapat hidup sehat dan produktif.
Seluruh layanan di Klinik DOI ditangani langsung oleh dokter spesialis penyakit dalam dan tersedia setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00—10.00 WIB.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Sekapuk, dr. Hendrik Stiyawan, MMRS, menegaskan bahwa kehadiran Klinik DOI merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Klinik ini juga telah mendapatkan izin resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas dan keamanan layanan yang kami berikan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Tak hanya berfokus pada layanan medis, Klinik DOI juga difungsikan sebagai pusat edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang HIV/AIDS. Komitmen menghadirkan layanan tanpa stigma diwujudkan melalui sikap tenaga medis yang menjunjung tinggi privasi pasien, penggunaan standar pelayanan berbasis kompetensi, serta komunikasi yang humanis.
Dokter penanggung jawab Klinik DOI, dr. Erlangga Araditya Satriyo, Sp.PD, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus rasa aman bagi pasien.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada kenyamanan dan penerimaan pasien. Setiap orang berhak mendapatkan layanan kesehatan tanpa rasa takut, tanpa diskriminasi, dan dengan penghargaan penuh terhadap martabatnya,” tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus HIV/AIDS di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan. Kehadiran Klinik DOI di RS PKU Muhammadiyah Sekapuk diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka kasus baru melalui deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, serta pemanfaatan terapi ARV secara konsisten.
Selain itu, RS PKU Muhammadiyah Sekapuk juga membuka peluang kerja sama dengan organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga komunitas guna memperluas jangkauan layanan Klinik DOI.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, profesional, dan penuh kepedulian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments