Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS PKU Muhammadiyah Surabaya, dr. Nur Annisa Nugraheningtyasari, Sp.PD, memaparkan panduan medis lengkap terkait gangguan saluran kemih bagian bawah (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS). Penjelasan komprehensif tersebut disampaikan dalam Sarasehan Lansia peringatan Hari Lansia Sedunia di Aula Perguruan Muhammadiyah Tandes, Ahad (11/10/2026).
“Banyak orang tua sengaja mengurangi minum air putih karena takut mengompol. Padahal, itu tindakan salah yang justru bisa memicu dehidrasi dan infeksi saluran kencing. Kebutuhan cairan lansia tetap harus dipenuhi sekitar 1,5 sampai 2 liter sehari, kecuali bagi mereka yang memang memiliki riwayat sakit jantung atau ginjal.” Ujar dr. Nur Annisa Nugraheningtyasari, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS PKU Muhammadiyah Surabaya
Dalam sesi edukasi medis, dr. Nur Annisa menerangkan bahwa LUTS dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama. Pertama, gangguan penyimpanan urine yang ditandai dengan frekuensi kencing terlalu sering, rasa mendesak untuk berkemih, terbangun di malam hari (nokturia), hingga mengompol (inkontinensia). Kedua, gangguan pengeluaran berupa kencing tersendat, harus mengejan, aliran terputus-putus, dan pancaran lemah. Ketiga, gangguan pasca-kencing berupa sensasi kandung kemih yang belum kosong sempurna.
Alumni Spesialis Penyakit Dalam Universitas Airlangga ini menjelaskan bahwa kaum perempuan lansia memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan berkemih. Kondisi ini dipicu oleh riwayat persalinan yang melemahkan otot dasar panggul, penurunan hormon estrogen akibat menopause, penyusutan kapasitas dan elastisitas kandung kemih, keterbatasan mobilitas fisik, serta penyakit penyerta seperti diabetes, stroke, dan efektivitas obat diuretik.
“Masalah mengompol atau beser pada lansia sebenarnya bisa dilatih dan diperbaiki lewat perubahan gaya hidup harian, seperti senam Kegel dan pelatihan kandung kemih secara rutin. Namun, jika muncul tanda bahaya seperti kencing berdarah, demam, atau tidak bisa buang air kecil sama sekali, segera periksakan ke dokter untuk penanganan medis lanjutan.” dr. Nur Annisa Nugraheningtyasari, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS PKU Muhammadiyah Surabaya
“Banyak lansia sengaja membatasi minum air karena takut mengompol. Ini kekeliruan fatal yang memicu dehidrasi dan infeksi saluran kencing. Kebutuhan cairan lansia tetap berada di angka 30 hingga 35 ml per kilogram berat badan atau sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari, kecuali bagi penderita komplikasi jantung dan ginjal yang memiliki batasan khusus,” tegas dr. Nur Annisa.
Sebagai bentuk penanganan mandiri (lifestyle modification), ia menyarankan pelatihan kandung kemih (bladder training), pengurangan asupan kafein, pembersihan area kewanitaan secara benar dari arah depan ke belakang tanpa sabun antiseptik berlebih, menjaga berat badan ideal, serta pencatatan pola berkemih harian (voiding diary). Selain itu, latihan otot panggul melalui senam Kegel yang dilakukan dengan mengencangkan panggul selama 3 detik lalu merelaksasikannya sebanyak 10 kali secara rutin pagi dan malam sangat dianjurkan.
Ia mengimbau keluarga dan pasien untuk mewaspadai tanda bahaya (red flags) seperti kencing berdarah (berwarna merah hingga kecokelatan), tidak bisa buang air kecil sama sekali, atau disertai demam tinggi, mual, dan nyeri pinggang. Apabila modifikasi gaya hidup tidak memicu perbaikan dalam waktu 8 hingga 12 minggu, intervensi medis lanjutan berupa pemberian obat-obatan, terapi laser, suntik botox, hingga prosedur pembedahan perlu segera ditempuh. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments