Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Ahad Pagi PCM Tulangan Ajak Jamaah Meneladani Jiwa Muslim yang Ikhlas

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Ahad Pagi PCM Tulangan Ajak Jamaah Meneladani Jiwa Muslim yang Ikhlas
H. Achmad Samsoni Ketua PDM Pasuruan bersama jajaran PCM Tulangan / PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan menggelar Pengajian Ahad Pagi di Masjid Baiturrahman, PRM Kemantren, Jalan Raya Kemantren No. 2, Keputran, Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (11/10/2026).

Dalam pengajian rutin tersebut, PCM Tulangan menghadirkan H. Achmad Samsoni, yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pasuruan. Ia menyampaikan materi bertema Jiwa Seorang Muslim yang Ikhlas.

Achmad Samsoni mengajak jamaah memperkuat rasa syukur, kesabaran, keyakinan terhadap pertolongan Allah, serta membiasakan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengawali kajian, Achmad Samsoni mengingatkan jamaah agar senantiasa mensyukuri nikmat yang Allah SWT anugerahkan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh mata.

Menurutnya, kesehatan merupakan nikmat berharga yang terkadang baru benar-benar disadari ketika seseorang jatuh sakit.

“Sehat itu penting, Kita harus yakin bahwa selama Allah masih memberikan kehidupan, kita harus terus berikhtiar mencari jalan kesembuhan,” jelasnya.

Ia juga mengajak jamaah yang sedang diuji dengan penyakit agar tetap bersabar dan tidak kehilangan harapan. Ujian sakit, menurut pesan yang disampaikan dalam kajian, perlu dihadapi dengan kesabaran, doa, dan usaha pengobatan yang sungguh-sungguh.

Dengan izin Allah, kesabaran dalam menghadapi ujian dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa.

Achmad Samsoni mengajak jamaah melakukan introspeksi ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ia mengingatkan pentingnya mengevaluasi perkataan, perbuatan, dan pikiran yang memengaruhi sikap serta tindakan sehari-hari.

Untuk menjelaskan pentingnya usaha nyata, ia memberikan contoh seseorang yang ingin menunaikan ibadah umrah. Dengan menyisihkan uang Rp100.000 setiap bulan, orang tersebut dapat mulai merencanakan dan mengupayakan cita-citanya.

Keyakinan terhadap pertolongan Allah, menurut materi kajian tersebut, perlu disertai usaha yang konsisten, perencanaan yang baik, dan doa yang terus dipanjatkan.

Begitu pula ketika seseorang menghadapi penyakit yang tak kunjung sembuh. Ia diharapkan tetap yakin bahwa kesembuhan berada dalam kuasa Allah, terus mencari pengobatan, dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

Pesan ini menegaskan bahwa keimanan tidak berhenti pada keyakinan dalam hati, tetapi juga perlu diwujudkan melalui ketekunan berusaha dan kesabaran dalam menghadapi keadaan.

Dalam pembahasan utama, Achmad Samsoni menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam menumbuhkan jiwa yang ikhlas.

SMPM 5 Pucang SBY

Perjalanan dakwah Rasulullah yang tertuang dalam Sirah Nabawiyah memperlihatkan keteguhan beliau dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Hambatan tersebut tidak menghentikan langkah Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam.

Keteladanan itu mengajarkan bahwa setiap amal hendaknya dilandasi niat yang benar, bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau pengakuan manusia.

Keikhlasan juga perlu diwujudkan melalui sikap hati-hati dalam bertindak. Pikiran, hati, ucapan, dan perbuatan harus dijaga agar tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.

Pesan lain yang menjadi perhatian dalam pengajian tersebut adalah pentingnya mengutamakan adab ketika bermuamalah atau berinteraksi dengan sesama manusia.

Achmad Samsoni menekankan bahwa ilmu perlu berjalan beriringan dengan akhlak. Kecerdasan dan pengetahuan saja belum cukup apabila tidak disertai perilaku yang baik.

Ia mengajukan pertanyaan reflektif kepada jamaah, “Lebih suka anak pintar atau anak benar?”

Pertanyaan tersebut mengajak jamaah merenungkan pentingnya membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, dan akhlak mulia.

Adab menjadi bagian penting dalam penerapan ilmu. Seseorang yang berilmu diharapkan mampu menunjukkan pengetahuannya melalui perilaku yang bermanfaat, sikap menghormati orang lain, serta kemampuan menjaga tutur kata dan tindakan.

Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan pembentukan akhlak perlu berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan.

Melalui Pengajian Ahad Pagi, PCM Tulangan berharap jamaah semakin memahami makna keikhlasan dalam beribadah dan menjalani kehidupan. Rasa syukur, kesabaran saat menghadapi ujian, keyakinan terhadap pertolongan Allah, kesungguhan berikhtiar, serta pengutamaan adab merupakan nilai-nilai yang perlu terus ditumbuhkan.

Pengajian rutin ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarjamaah sekaligus memperkuat dakwah Muhammadiyah di wilayah Tulangan.

Diharapkan, pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh pribadi muslim yang ikhlas, berilmu, beradab, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/10/2026 18:10
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu