Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 24 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memperkenalkan tempat sampah dari botol plastik bekas dan alat pres sampah sederhana kepada siswa kelas IV UPT SDN 59 Dooro, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pengenalan cara memilah sampah dan demonstrasi penggunaan alat sederhana untuk mengurangi volume sampah plastik.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan dua inovasi. Pertama, tempat sampah yang dibuat dari botol plastik bekas yang dirangkai menggunakan kawat. Tempat sampah tersebut dilengkapi label “Sampah Organik” dan “Sampah Anorganik” untuk membantu siswa mengenali perbedaan kedua jenis sampah.
Kedua, alat pres sampah sederhana berbahan kayu yang diperkenalkan untuk memadatkan botol plastik sehingga volumenya berkurang. Kedua inovasi tersebut memanfaatkan bahan sederhana agar dapat menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Koordinator KKN Tematik Kelompok 24 UMG, Marsela, mengatakan kegiatan ini dirancang agar siswa mengenal praktik pemilahan sampah melalui contoh yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak mengenal sejak dini cara memilah sampah. Dua inovasi ini kami buat dari bahan sederhana agar mudah dipraktikkan di sekolah maupun di rumah,” ujar Marsela.
Siswa Ikuti Demonstrasi Alat Pres Sampah
Sosialisasi berlangsung di kelas IV dengan melibatkan siswa dan guru. Mahasiswa KKN memperagakan cara kerja alat pres sampah sekaligus menjelaskan fungsinya dalam memadatkan botol plastik.
Para siswa tampak antusias memperhatikan demonstrasi dan mencoba alat pres yang diperkenalkan. Melalui praktik tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung salah satu cara sederhana dalam pengelolaan sampah plastik.
Selain demonstrasi alat pres, pengenalan tempat sampah berbahan botol bekas menjadi bagian dari edukasi pemilahan sampah. Label organik dan anorganik diharapkan membantu siswa membiasakan diri membuang sampah sesuai jenisnya.
Guru UPT SDN 59 Dooro, April, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal pemilahan sampah sekaligus mencoba alat yang diperkenalkan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak jadi tahu cara memilah sampah dan mencoba langsung alat pres. Semoga kebiasaan ini berlanjut di kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang melaksanakan KKN di Desa Dooro dengan fokus pada pengelolaan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa UPT SDN 59 Dooro dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya dan lebih bijak dalam mengelola sampah plastik, baik di sekolah maupun di rumah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments