Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Mumtaz Peragakan Filtrasi Air Berbasis STEM di Hadapan Abdul Mu’ti

Iklan Landscape Smamda
SD Mumtaz Peragakan Filtrasi Air Berbasis STEM di Hadapan Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, M. Ed., mengamati praktik filtrasi air berbasis STEM bersama siswa SD Mumtaz di laboratorium sekolah. Dok: Yanuar Kusumaningrum
pwmu.co -

SD Mumtaz menghadirkan praktik filtrasi air berbasis STEM di laboratorium sekolah dalam rangka kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran sains yang menghubungkan teori dengan pengalaman langsung. Melalui eksperimen penyaringan air, siswa diajak mengamati fenomena, mengidentifikasi persoalan, menguji solusi, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan.

Dalam praktik tersebut, siswa menggunakan sejumlah media filter yang telah disiapkan. Mereka mengamati karakteristik air sebelum dan sesudah penyaringan serta mempelajari bagaimana media filtrasi membantu memisahkan partikel tertentu dari air.

Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar, bukan sekadar menerima materi dari guru.

Pembelajaran STEM merupakan pendekatan yang mengintegrasikan Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (rekayasa), dan Mathematics (matematika). Melalui pendekatan ini, siswa belajar memahami konsep sekaligus menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Dalam praktik filtrasi air, siswa belajar mengenali masalah, merancang solusi sederhana, melakukan pengujian, mengevaluasi hasil, dan menyusun kesimpulan berdasarkan pengamatan.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satunya ditunjukkan Binar Malaika Ghaisani, siswi kelas 3F, yang mengikuti pengalaman belajar sains secara langsung di laboratorium.

Binar mengaku senang dapat menyaksikan proses penyaringan air sekaligus mengamati kehidupan di dalam air.

“Pembelajaran ini membuat saya senang karena langsung melihat proses filter air sederhana dan melihat langsung kehidupan di dalam air. Ternyata banyak kehidupan di dalamnya”, ujar Binar.

Pengalaman tersebut memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, mengajukan pertanyaan, dan menyampaikan hasil pengamatan. Mereka juga belajar bahwa suatu persoalan dapat dipahami melalui percobaan yang dilakukan secara terarah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Mumtaz, Dewoto Kusumo, M.Pd., menjelaskan peran pembelajaran STEM dalam mendukung pelaksanaan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran perlu terus dikembangkan agar tidak hanya berpusat pada guru dan berlangsung secara terpisah berdasarkan mata pelajaran. Pembelajaran dapat dirancang lebih inovatif dengan menempatkan siswa sebagai peserta aktif melalui proyek dan integrasi berbagai disiplin ilmu.

SMPM 5 Pucang SBY

“Melalui STEM, pembelajaran menjadi inovatif karena siswa tidak hanya menerima materi, tetapi aktif mengamati, bertanya, merancang, membuat, dan menguji solusi atas permasalahan nyata. Pendekatan ini melatih siswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, sehingga pembelajaran lebih kontekstual, menyenangkan, bermakna, serta membekali siswa dengan keterampilan abad 21,” tambahnya.

Guru kelas 3F, Nur Fauziyah, S.Pd., juga menilai kegiatan praktik di laboratorium memberikan kesempatan kepada guru untuk mengamati perkembangan keterampilan siswa secara langsung.

“Pembelajaran ini dapat memberikan pengalaman praktik di laboratorium menjadi kesempatan bagi guru untuk mengamati rasa ingin tahu, kerja sama, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sederhana melalui eksperimen.”

Melalui kegiatan tersebut, guru dapat melihat bagaimana siswa bekerja sama, mengomunikasikan gagasan, dan mencari penyelesaian atas persoalan yang diberikan.

Praktik filtrasi air juga berkaitan dengan upaya memperkuat pembelajaran melalui pengalaman langsung dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari proses penyaringan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan sumber air. Dengan demikian, eksperimen sains menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah dasar.

Dalam naskah sumber, Abdul Mu’ti disebut menyampaikan pentingnya penguatan pembelajaran STEMS, yang dijabarkan sebagai Science, Technology, Engineering, Math, Sport. Istilah dan kepanjangan tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada narasumber atau panitia kegiatan sebelum dipublikasikan.

Lebih dari sekadar eksperimen laboratorium, praktik filtrasi air memperlihatkan bagaimana pengetahuan dapat digunakan untuk memahami persoalan di sekitar dan mencari solusi secara kreatif serta bertanggung jawab.

SD Mumtaz berharap pembelajaran berbasis pengalaman nyata dapat terus mendorong tumbuhnya generasi yang kritis, kreatif, kolaboratif, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan global.

Praktik filtrasi air menjadi salah satu contoh bahwa pembelajaran sains di sekolah dasar dapat dikemas secara kontekstual dan menarik, sekaligus menghubungkan materi di kelas dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/10/2026 18:32
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu