Lazismu Jawa Timur mengunjungi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo, Jumat (9/10/2026), untuk membahas pengembangan tanah wakaf bagi kegiatan sosial dan pendidikan serta penguatan tata kelola Lazismu di tingkat kabupaten.
Ketua Lazismu Jawa Timur, Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., bersama tim berdiskusi dengan Ketua PDM Kabupaten Probolinggo, Sigit Prasetyo, S.T., M.Pd., dan jajaran pengurus.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus mendorong pemanfaatan aset wakaf agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu agenda utama pertemuan adalah rencana pemanfaatan tanah wakaf milik PDM Kabupaten Probolinggo yang berada di Kelurahan Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan sejumlah fasilitas sosial dan pendidikan, meliputi rumah tahfidz Al-Qur’an, rumah yatim piatu, serta layanan daycare atau pengasuhan anak.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menjawab kebutuhan pengasuhan anak dan pelayanan sosial masyarakat.
Ketua PDM Kabupaten Probolinggo, Sigit Prasetyo, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas itu membutuhkan dana sekitar Rp350 juta. Penggalangan donasi telah dimulai, termasuk dengan mengajukan permohonan dukungan kepada Lazismu Jawa Timur.
“Jadi, tanah wakaf ini milik teman saya yang awalnya ASN di sini, kemudian pindah ke Surabaya dan sudah tidak ditempati. Selanjutnya, tanah tersebut diwakafkan kepada PDM Kabupaten Probolinggo. Penggalangan dana donasi sudah dimulai, termasuk permohonan kami kepada Lazismu Jawa Timur,” ungkap Sigit Prasetyo saat meninjau lokasi tanah wakaf bersama tim Lazismu Jawa Timur.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Lazismu Jawa Timur, Sigit Hermawan, menyatakan dukungannya terhadap upaya PDM Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan tanah wakaf.
“Tentunya kami sangat mendukung upaya PDM Kabupaten Probolinggo untuk memanfaatkan tanah wakaf tersebut.
Setelah ini, kami akan berdiskusi dan menentukan bantuannya,” ujar Sigit Hermawan, yang juga merupakan Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Dukungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf. Dengan perencanaan dan dukungan yang tepat, lahan itu diharapkan dapat menjadi fasilitas yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain membahas pengembangan tanah wakaf, pertemuan tersebut menyoroti penguatan tata kelola Lazismu Kabupaten Probolinggo.
Diskusi mencakup aspek kepemimpinan, komunikasi, dan konsolidasi antara Lazismu Kabupaten Probolinggo dengan PDM. Langkah ini dipandang penting untuk membangun organisasi yang solid dan menjalankan program secara selaras.
Tim Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin dan Agus Lukman Hidayat, memberikan masukan agar komunikasi dan koordinasi antara Lazismu Kabupaten Probolinggo dan PDM terus diperkuat.
Sebagai Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Lazismu perlu menjaga sinergi dengan PDM agar pelaksanaan program dan pengelolaan organisasi berjalan searah dengan kebijakan persyarikatan.
Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo, Ridho Pambudi, menyatakan kesiapannya mengikuti keputusan PDM Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari komitmen memperkuat koordinasi dan tata kelola organisasi.
Penguatan komunikasi dan konsolidasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi Lazismu Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga sekaligus memperluas manfaat program bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat Jumat, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi tanah wakaf yang direncanakan untuk pembangunan fasilitas sosial dan pendidikan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan diskusi antarpengurus, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan aset wakaf dan memperkuat kelembagaan.
Rencana pembangunan rumah tahfidz Al-Qur’an, rumah yatim piatu, dan daycare membutuhkan dukungan serta gotong royong berbagai pihak. Sementara itu, penguatan tata kelola Lazismu diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program yang lebih terarah dan berdampak.
Melalui sinergi Lazismu Jawa Timur, PDM Kabupaten Probolinggo, dan Lazismu Kabupaten Probolinggo, tanah wakaf tersebut diharapkan dapat menjadi aset yang produktif dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui pelayanan sosial dan pendidikan.





0 Tanggapan
Empty Comments