Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mastakom 2026 PK IMM Ahmad Dahlan dan Al-Khawarizmi: Dari Saling Kenal hingga Merajut Kekeluargaan

Iklan Landscape Smamda
Mastakom 2026 PK IMM Ahmad Dahlan dan Al-Khawarizmi: Dari Saling Kenal hingga Merajut Kekeluargaan
Mastakom 2026 PK IMM Ahmad Dahlan dan Al-Khawarizmi: Dari Saling Kenal hingga Merajut Kekeluargaan. (Salsabillah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lebih dari 60 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Teknik mengikuti Masa Ta’aruf Komisariat (Mastakom) 2026 yang digelar PK IMM Ahmad Dahlan dan PK IMM Al-Khawarizmi Lamongan, Sabtu (26/9/2026).

Mengusung tema “Empower One Another: Menjalin Silaturahmi, Merajut Kekeluargaan di Rumah Merah Maroon”, kegiatan ini menjadi ruang perkenalan mahasiswa baru dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sekaligus pintu awal untuk mengenal kehidupan organisasi dan proses kaderisasi.

Sejak awal, peserta tidak hanya diajak mengenal struktur dan aktivitas IMM. Mereka juga diperkenalkan pada nilai kebersamaan, relasi antarkader, serta pentingnya saling mendukung dalam menjalani proses organisasi.

Mastakom Jadi Pintu Mengenal IMM

Ketua Pelaksana Mastakom 2026, Arya Yovie, mengatakan Mastakom menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal IMM secara lebih dekat.

Menurutnya, setiap peserta datang dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun relasi dan pengalaman baru selama berproses di organisasi.

“Empower One Another” menjadi semangat agar peserta tidak sekadar mengenal IMM, tetapi juga mampu membangun hubungan yang saling menguatkan selama menjalani proses bersama.

Berbeda Komisariat, Satu Ikatan

Ketua Umum PK IMM Ahmad Dahlan, M. Dwi Bahrul I. H., menjelaskan pembagian komisariat berdasarkan fakultas. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis berada di bawah PK IMM Ahmad Dahlan, sedangkan mahasiswa Fakultas Teknik berproses bersama PK IMM Al-Khawarizmi.

Meski berada di komisariat yang berbeda, seluruh kader tetap berada dalam satu ikatan IMM. Karena itu, perbedaan komisariat tidak menjadi sekat untuk saling mengenal, bekerja sama, dan berkembang.

Bahrul juga mengingatkan kembali tujuan IMM, yaitu “mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.”

Menurutnya, tujuan tersebut menjadi arah bagi kader agar tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Organisasi sebagai Ruang Bertumbuh

Sementara itu, Sekretaris Umum PK IMM Al-Khawarizmi, Wahyu Dwi K., mengajak mahasiswa memandang organisasi sebagai ruang untuk bertumbuh.

Ia menyampaikan bahwa keraguan pada awal memasuki organisasi merupakan hal yang wajar. Mahasiswa mungkin bertanya mengenai manfaat organisasi, kemampuan diri, maupun posisi mereka di lingkungan baru.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun, hasil dari sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh peran aktif setiap anggotanya. Karena itu, kader tidak cukup hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga perlu mengambil peran, belajar, dan bekerja bersama.

Wahyu juga menekankan pentingnya kolaborasi antarkader. Perbedaan jumlah anggota ataupun karakter masing-masing komisariat tidak perlu menjadi bahan perbandingan. Setiap komisariat memiliki kondisi dan tantangannya masing-masing.

“Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kader dapat saling mendukung dan menciptakan ruang untuk berkembang,” pesannya.

Mastakom dan Keberlanjutan Kaderisasi

Pesan mengenai keberlanjutan organisasi disampaikan Ketua Umum PC IMM Lamongan, Ach. Aldi Ansyah Firdaus.

Menurutnya, peserta Mastakom merupakan bagian dari proses panjang kaderisasi IMM. Keberadaan mereka menjadi salah satu unsur penting bagi keberlanjutan organisasi di masa mendatang.

Menjadi kader, lanjutnya, tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kegiatan. Ada proses belajar, pengalaman, dan tanggung jawab yang dijalani secara bertahap.

Karena itu, mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan berorganisasi untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menemukan peran yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.

Bertambahnya kader juga diikuti tanggung jawab untuk menyediakan ruang belajar dan berkembang. Dalam proses tersebut, kolaborasi antara kader, pimpinan komisariat, dan pimpinan cabang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi.

Mastakom 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi titik awal untuk mengenal IMM, membangun relasi, dan memahami bahwa kehidupan organisasi tumbuh melalui kebersamaan serta kemauan untuk terus belajar. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 29/09/2026 18:42
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu