Menyambut momentum Hari Raya Idul Adha, Kelompok Bermain (KB) Dinar Nasyiah Tanggul sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Teacher (Guru Tamu) yang interaktif, seru, dan penuh nilai edukasi.
Kegiatan ini mengusung tema “Kurban Vibes: Serunya Shalat Id dan Simulasi Sembelih Hewan Qurban”. Lebih lanjut, Guest Teacher terlaksana di lingkungan sekolah KB Dinar Nasyiah, Tanggul, Jember, Kamis (21/05/2026).
Acara ini berlangsung mulai pukul 08.15 hingga 09.00 WIB dengan menghadirkan tokoh agama setempat, Abah Solikhin, yang menjabat sebagai Pimpinan Bidang Tabligh & Ekonomi PCM Tanggul.
Kehadirannya sebagai guru tamu memberikan suasana baru yang segar dan membangkitkan antusiasme tinggi bagi para siswa-siswi. Sejak pagi, anak-anak tampil rapi dan ceria mengenakan seragam putih bercorak dipadu jilbab serta celana berwarna oranye cerah.
Simulasi Kreatif dengan Replika Ramah Anak
Untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh namun tetap sesuai dengan psikologi anak usia dini, edukasi tata cara penyembelihan hewan qurban tidak menggunakan hewan asli.
Melainkan menggunakan replika atau maket kreatif berbentuk sapi yang terbuat dari bahan sterofom dan kertas karton.
Dengan penuh kesabaran dan pendekatan yang komunikatif, Abah Solikhin memperagakan posisi hewan saat akan disembelih, cara memegang alat simulasi, hingga mengenalkan doa serta niat menyembelih qurban kepada anak-anak.
Para siswa tampak berkerumun di sekeliling meja, memperhatikan setiap gerakan dengan mata berbinar penuh rasa ingin tahu, bahkan beberapa di antaranya berkesempatan menyentuh langsung maket sapi tersebut.
Melalui simulasi visual ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung atmosfer perayaan Idul Adha secara menyenangkan tanpa ada rasa takut.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi sejak usia dini.
Di sela-sela kegiatan, salah seorang guru pendamping KB Dinar Nasyiah, Yenny Rudiantie, menyampaikan rasa syukur dan menceritakan tujuan mendalam dari inovasi pembelajaran ini.
Ia menekankan pentingnya mengenalkan ibadah qurban lewat metode yang konkret dan aplikatif bagi anak usia dini.
“Kami sengaja menghadirkan Abah Solikhin sebagai Guest Teacher agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar langsung dari tokoh masyarakat” terangnya.
“Mengapa memakai replika sterofom? Karena memori anak usia dini itu sangat kuat. Kami ingin mengenalkan syariat Islam dengan cara yang menyenangkan, aman, dan sama sekali tidak menakutkan bagi mereka” ujar Yenny.
Di samping itu, ia juga menambahkan bahwa antusiasme anak-anak di luar ekspektasi para guru. “Melihat mereka berkerumun, bertanya dengan polos, dan berani ikut memegangi maket sapi tadi membuat kami sadar bahwa metode pembelajaran langsung seperti ini jauh lebih efektif daripada sekadar bercerita di dalam kelas” tuturnya.
Dengan demikian, menurutnya nilai-nilai seperti belajar mengantre, mendengarkan guru, dan esensi berbagi qurban jadi lebih mudah diserap oleh anak-anak.
Syiar Sekolah
Selain menjadi sarana pembelajaran internal, kegiatan yang didampingi langsung oleh jajaran asatidzah ini juga menjadi salah satu syiar positif KB Dinar Nasyiah Tanggul kepada masyarakat luas, khususnya dalam momentum perayaan hari besar Islam.
Kegiatan kreatif seperti ini juga mempertegas komitmen sekolah dalam menyambut masa Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Melalui program-program inovatif berkelanjutan, KB Dinar Nasyiah Tanggul terus membuktikan dedikasinya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif, aktif, kontekstual, dan sarat dengan nilai-nilai karakter islami demi mencetak generasi muda yang bertaqwa, cerdas, dan berakhlak mulia di wilayah Jember.





0 Tanggapan
Empty Comments