Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Login Muhammadiyah Tembus Jutaan Viewers, Kreator Viral Fachrezy Zulfikar Buka Kartu

Iklan Landscape Smamda
Login Muhammadiyah Tembus Jutaan Viewers, Kreator Viral Fachrezy Zulfikar Buka Kartu
Kreator kontens Login Muhammadiyah yang tembus jutaan viewers, Fachrezy Zulfikar (Foto: Yusdwiya/PWMU.CO)

Dalam beberapa waktu terakhir ada fenomena viral berupa Login Muhammadiyah. Konten itu secara statistik tembus jutaan viewers. Bagaimana proses viralisasi Login Muhammadiyah itu, sang kreator Fachrezy Zulfikar menceritakan prosesnya.

Deru mesin kendaraan di kawasan cagar budaya Jalan Wuni, Ketabang, Kecamatan Genteng siang itu. Seolah kalah riuh dengan gairah digital yang dibawa oleh pemuda kelahiran tahun 93an  bertopi hitam legam ini.

Mengenakan kemeja biru lengan panjang yang rapi dan santai, Mochamad Fachrezy Zulfikar duduk santai di ruang syuting lantai dua Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Kota Surabaya. Sesaat setelah merampungkan sesi rekaman monolog eksklusif bersama Lazismu Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Dialah sosok di balik akun Instagram @fachrezyzulfikar. Yang mendadak mengguncang jagat maya lewat narasi segar nan provokatif, “Login Muhammadiyah”.  Angka statistik di layar gawai tidak bisa berbohong lantaran konten dokumentasi pribadinya tersebut telah menembus angka 2,4 juta viewers.

Dengan sebaran tombol suka mencapai 82,9 ribu pasang mata. Sebuah pencapaian organik yang memaksa para elite organisasi keagamaan modern untuk menengok ulang formula komunikasi digital mereka terhadap Generasi Z dan Milenial. Jagat maya gempar.

Ledakan atensi publik berskala masif ini tidak lahir dari meja rapat agensi periklanan papan atas. Bukan dari hitungan algoritma rumit. Melainkan murni dari sebuah keputusan impulsif yang digerakkan oleh ketulusan spiritual seorang pemuda biasa.

Fachrezy mengaku tidak merumuskan strategi matang atau menyiapkan peralatan sinematografi canggih saat pertama kali memencet tombol rekam di gawainya. Langkahnya mengalir begitu saja.

“Kalau untuk membuat konten itu, saya enggak ada strategi apa-apa, enggak ada apa ya… memang ya sudah, saya bikin aja. Nggak perlu yang seperti apa-apa, enggak perlu ada persiapan apa-apa,” tutur Fachrezy dengan gaya bicaranya yang lugas, renyah, khas arek muda perkotaan yang tidak suka berbasa-basi di depan mikrofon pewawancara. Ketulusan menjadi motor utama pergerakan kontennya.

Niat dasar di balik pembuatan konten yang kini menjadi buah bibir nasional tersebut sejatinya sangat sederhana. Yakni sebuah pernyataan identitas diri sekaligus panduan tak resmi bagi rekan-rekan sebayanya yang kerap kali merasa asing atau bingung dengan birokrasi organisasi keagamaan formal. Dia hanya ingin dunia digitalnya tahu bahwa dirinya kini telah memantapkan hati menambatkan pilihan pada organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut.

Melalui video singkatnya, Fachrezy secara gamblang memperlihatkan proses registrasi resmi menjadi anggota Muhammadiyah melalui aplikasi MASA. Sebuah platform ekosistem digital milik Persyarikatan yang dirancang untuk merangkul kaum muda perkotaan.

Proses instan ini ternyata memicu rasa penasaran masif dari ribuan pengikutnya yang selama ini mengira bahwa menjadi bagian dari organisasi Islam modernis terbesar di Indonesia itu memerlukan syarat administratif yang rumit dan berbelit-belit.

“Saya cuma mau upload-nya ikhlas aja gitu, supaya orang-orang tahu kalau, ‘Oh ya, saya ini Login Muhammadiyah’. Terus mungkin teman-teman yang mau join juga bisa tahu caranya. Gimana caranya untuk registrasi di aplikasi MASA, registrasi di Muhammadiyah, seperti itu sih. Jadi, enggak yang gimana-gimana gitu,” jelas Fachrezy sembari membenarkan posisi topi hitamnya.

Keputusan Fachrezy untuk meleburkan diri dalam barisan Muhammadiyah bukanlah sebuah aksi ikut-ikutan demi tren sesaat yang jamak terjadi di kalangan pengguna media sosial. Sebelum berani melangkah masuk ke dalam ekosistem pergerakan dakwah ini, pemuda kreatif tersebut telah meluangkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan riset mandiri.

SMPM 5 Pucang SBY

Membaca literatur dasar persyarikatan, serta mengamati langsung karakter dan perilaku sosial dari orang-orang yang aktif di dalamnya. Rekam jejak organisasi ini dinilainya bersih. Dia enggan membeli kucing dalam karung, terutama untuk urusan komitmen spiritual yang menyangkut arah hidup jangka panjangnya di tengah arus modernitas yang penuh ketidakpastian.

Setelah seluruh data objektif terkumpul dan hatinya menyatakan kemantapan mutlak, barulah dia memantapkan langkahnya untuk mendaftarkan diri secara resmi.

Langkah mantap tanpa keraguan ini langsung teruji ketika konten videonya menyebar luas bak api yang ditiup angin kencang di seluruh jejaring media sosial. Hingga memicu berbagai respons lintas generasi. Gelombang reaksi yang datang dari kelompok Generasi Milenial dan Gen Z langsung membentuk sebuah fenomena sosiologis digital baru.

Dampak positifnya langsung terasa di permukaan. Fachrezy menyaksikan sendiri bagaimana kolom komentarnya mendadak berubah menjadi ruang diskusi publik yang hangat. Ribuan anak muda saling melempar pertanyaan mengenai tata cara bergabung, alamat kantor ranting terdekat, hingga berdiskusi mengenai teologi praktis Muhammadiyah. Gairah baru pun lahir.

Fenomena ini tidak berhenti di kolom komentar saja. Sebab, demam Login Muhammadiyah segera menjelma menjadi gerakan aksi nyata yang dilakukan secara sukarela oleh para netizen muda di berbagai daerah. Banyak dari mereka yang langsung mengunduh aplikasi MASA, mengisi formulir digital, membayar iuran anggota, dan menunggu proses verifikasi kartu tanda anggota mereka selesai.

Setelah kartu digital atau fisik berada di tangan, aksi estafet digital pun dimulai. Mereka berbondong-bondong mengunggah ulang (re-upload) pencapaian tersebut ke akun media sosial masing-masing. Menciptakan tren konten tandingan yang estetik, dan memperlihatkan kebanggaan baru sebagai bagian dari entitas Islam berkemajuan. Kebanggaan identitas keagamaan ini mendadak menjadi sesuatu yang keren dan modis di mata anak muda sub-urban.

Namun, layaknya koin yang selalu memiliki dua sisi berbeda, ketenaran instan di jagat maya selalu membawa konsekuensi. Terutama hantaman komentar miring dan kritik pedas dari pihak-pihak yang kontra.

Fachrezy tidak menampik bahwa ruang digitalnya juga sempat dipenuhi oleh nyanyian sumbang dari para pencibir yang mempertanyakan ketulusan niatnya. Menuduhnya mencari panggung demi popularitas, hingga kritik ideologis dari kelompok lain.

Menghadapi serbuan sentimen negatif tersebut, konten kreator muda ini memilih untuk meresponsnya dengan kepala dingin dan kedewasaan sikap. Bagi Fachrezy, dinamika hitam-putih di dunia maya adalah refleksi wajar dari kodrat manusia yang tidak pernah seragam, sehingga tidak ada alasan baginya untuk merasa tumbang atau kehilangan fokus dalam berkreasi.

“Uh, untuk yang positif banyak ya. Banyak yang komentar kalau ada yang mau join juga, mau login juga di Muhammadiyah. Kemudian ada yang sudah melakukan registrasi, kemudian ada yang re-upload ulang kayak sudah punya kartunya, sudah dapat kartunya, terus mereka bikin konten dan sebagainya.”

“Tapi untuk yang negatifnya mungkin banyak. Tapi memang, ya kita namanya manusia, ya pasti ada positif-negatifnya. Gitu sih,” ujarnya dengan nada suara yang tetap stabil dan tenang.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 20/05/2026 18:24
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡