Oleh : Zulkifli SSosI MPd
Guru BK Smamuga Tulangan
Di sebuah kawasan yang tidak jauh dari pusat kerajinan kulit Tanggulangin, tepatnya di Desa Putat, Kabupaten Sidoarjo, lahirlah seorang anak yang kelak dikenal sebagai akademisi, pendidik, dan pemimpin Muhammadiyah. Anak itu bernama Prof Dr A Dzo’ul Milal MPd.
Lahir pada 15 Mei 1960, Dzo’ul Milal tumbuh dalam lingkungan masyarakat religius yang membentuk karakter keilmuan dan pengabdiannya sejak usia muda.
Perjalanan hidupnya menjadi gambaran bagaimana pendidikan, dakwah, dan organisasi dapat berpadu menjadi jalan pengabdian yang panjang bagi umat dan bangsa.
Kini, namanya dikenal luas sebagai Guru Besar atau Profesor dalam bidang English Language Teaching (ELT) di UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo periode 2022-2027. Namun, perjalanan menuju posisi tersebut tidaklah instan.
Menimba Ilmu dari Gontor hingga Perguruan Tinggi
Fondasi keilmuan Dzo’ul Milal dibangun sejak menempuh pendidikan di Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, yang diselesaikannya pada tahun 1980.
Dari pesantren modern itulah lahir kecintaan terhadap bahasa, disiplin berpikir, serta semangat berdakwah yang terus melekat hingga kini.
Selepas Gontor tahun 1980, Zo’ul Milal kuliah di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel 1981-1985 sampai sarjana muda (BA).
Pada saat yang sama 1982-1986 pagi kuliah di IAIN, sorenya kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya prodi Pendidikan Bahasa Inggris, untuk gelar Drs atau Pendidikan sarjana.
Hasratnya terhadap dunia pendidikan tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Negeri Malang, yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Malang.
Puncak perjalanan akademiknya diraih saat menyelesaikan Program Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra di Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada tahun 2010.
Jejak akademik tersebut mengantarkannya menjadi salah satu pakar pengajaran Bahasa Inggris yang diperhitungkan di Indonesia.
Mengabdi Melalui Dunia Pendidikan
Karier mengajar Prof Dzo’ul Milal dimulai sejak tahun 1987. Selama hampir empat dekade, ia mendedikasikan hidupnya pada dunia pendidikan tinggi.
Di UIN Sunan Ampel Surabaya, ia dikenal sebagai dosen yang konsisten mengembangkan kajian Classroom Discourse dan English Language Teaching Strategies.
Berbagai penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkannya banyak menyoroti penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Inggris. Baginya, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan kepribadian.
Sebagai akademisi, ia juga aktif menjadi penguji eksternal berbagai promosi doktor dan pembimbing penelitian di sejumlah perguruan tinggi.
Melalui kiprah akademiknya, Prof Milal berupaya menjembatani nilai-nilai keislaman dengan pendekatan pendidikan modern berbasis riset dan inovasi.
Muhammadiyah Sebagai Jalan Pengabdian
Bagi Prof Dzo’ul Milal, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan rumah pengabdian. Sejak muda, ia aktif dalam berbagai aktivitas Persyarikatan.
Pengalaman panjang tersebut membentuk pemahamannya tentang pentingnya dakwah yang mencerahkan, berkemajuan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Puncak kepercayaan itu datang ketika Musyawarah Daerah Muhammadiyah Sidoarjo memilihnya sebagai Ketua PDM Sidoarjo periode 2022-2027.
Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah Sidoarjo diarahkan untuk melakukan transformasi organisasi secara menyeluruh.
“Transformasi adalah kebutuhan. Muhammadiyah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai gerakan Islam yang berkemajuan” menjadi semangat yang kerap disampaikan dalam berbagai forum organisasi.
Transformasi Total Muhammadiyah Sidoarjo
Sejak awal masa kepemimpinannya, Prof Milal mengusung gagasan besar berupa transformasi total. Transformasi tersebut mencakup tiga aspek utama:
- Transformasi visi dan misi agar gerak dakwah Muhammadiyah dari tingkat daerah hingga ranting memiliki arah yang sama.
- Transformasi kaderisasi guna mempersiapkan generasi Muhammadiyah yang adaptif terhadap tantangan zaman.
- Transformasi keilmuan yang mendorong pengambilan keputusan organisasi berbasis data, riset, dan pendekatan ilmiah.
Dalam berbagai kesempatan, ia juga menekankan pentingnya etika organisasi, budaya musyawarah, dan harmonisasi internal sebagai fondasi keberhasilan dakwah.
Memajukan Amal Usaha Muhammadiyah
Di bawah kepemimpinannya, pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sidoarjo menjadi salah satu prioritas utama.
Pada sektor pendidikan, ia mendorong kolaborasi antara sekolah Muhammadiyah unggulan dengan sekolah yang masih berkembang agar tidak ada sekolah Muhammadiyah yang tertinggal.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) juga terus diperkuat sebagai lokomotif kemajuan Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, di bidang kesehatan, berbagai klinik dan rumah sakit Muhammadiyah didorong melakukan digitalisasi pelayanan serta peningkatan standar mutu layanan kesehatan.
Tidak hanya itu, Prof Milal juga menaruh perhatian besar terhadap tata kelola aset organisasi.
Pendataan tanah, sertifikasi aset wakaf, serta pembangunan sistem database terpadu menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan Muhammadiyah dalam jangka panjang.





0 Tanggapan
Empty Comments