Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mengapa Al-Qur’an Banyak Mengingatkan tentang Neraka?

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mengapa Al-Qur’an Banyak Mengingatkan tentang Neraka?
Foto: Getty Images
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Al-Qur’an Mengingatkan tentang Hari Akhir

Perhatian terhadap rasa takut kepada Allah dan Hari Akhir dapat ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang turun pada masa awal dakwah Nabi Muhammad saw. Di antara tema penting yang banyak diangkat dalam surah-surah Makkiyah adalah kebangkitan, kehidupan akhirat, surga, neraka, dan pertanggungjawaban manusia.

Allah berfirman: “Maka, berilah peringatan dengan Al-Qur’an ini kepada orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (QS. Qaf: 45)

Ayat ini menunjukkan bahwa peringatan Al-Qur’an ditujukan kepada manusia yang memiliki kesediaan untuk memperhatikan ancaman Allah.

Hati yang masih memiliki rasa takut kepada-Nya akan lebih mudah menerima peringatan dan mengambil pelajaran.

Dalam ayat lain, Allah berfirman: “Kamu hanyalah seorang pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepada hari Kiamat.” (QS. An-Nazi’at: 45)

Peringatan tentang Hari Kiamat menjadi bagian penting dari tugas dakwah Nabi. Manusia diajak menyadari bahwa kehidupan dunia bukanlah akhir dari perjalanan. Ada kehidupan setelah kematian, ketika setiap manusia akan menghadapi pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Allah juga berfirman: “Oleh sebab itu, berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. Sedangkan orang-orang yang celaka akan menjauhinya, yaitu orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di dalamnya.” (QS. Al-A’la: 9–13)

Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa peringatan memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia.

Peringatan dapat menjadi jalan untuk memperoleh pelajaran, terutama bagi orang yang hatinya masih terbuka terhadap kebenaran.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Takut kepada Allah Bukan Berarti Putus Asa

Rasa takut kepada Allah perlu dipahami secara utuh. Takut bukan berarti membuat manusia kehilangan harapan. Takut kepada Allah bukan pula berarti membangun dakwah dengan ancaman semata.

Dalam kehidupan beragama, rasa takut berjalan bersama harapan dan cinta kepada Allah. Seorang Muslim takut terhadap dosa dan akibat buruk perbuatannya. Namun, ia juga berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah.

Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya pernah melakukan kesalahan, rasa takut semestinya mendorongnya untuk bertobat. Ia tidak berhenti pada penyesalan.

Ia berusaha memperbaiki diri, meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Begitu pula ketika seseorang menghadapi kesulitan hidup. Kesadaran tentang akhirat dapat membantunya melihat bahwa penderitaan bukan alasan untuk kehilangan iman. Ia tetap berusaha, berdoa, dan menjaga hubungan dengan Allah.

Dakwah yang menumbuhkan rasa takut kepada Allah seharusnya membawa manusia menuju perbaikan. Bukan membuatnya merasa tidak mungkin memperoleh ampunan.

Sebab, orang yang takut kepada Allah juga perlu mengenal luasnya rahmat Allah.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 03/11/2026 12:04
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu