Pentingnya menghargai setiap tahap perkembangan anak tanpa terburu-buru menjadi fokus utama kegiatan Parenting dan Screening yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Mumtaz) bekerja sama dengan TK Permata Ananda, Trosobo, pada Jumat (16/10/2026).
Acara ini menghadirkan tim dari SD Mumtaz yang tidak hanya memberikan pembekalan pengasuhan bagi para orang tua, tetapi juga pelayanan asesmen awal (screening) kesiapan belajar bagi para siswa.
Menghargai Proses dan Kematangan Anak
Dalam sesi parenting bertema “Menghargai Proses: Jangan Lewatkan Jenjang Pendidikan Anak”, Wakil Kepala SD Mumtaz sekaligus Konselor Pendidikan dan Guru BK, Heni Dwi Utami, S.Sos., S.Pd., menegaskan pentingnya kesiapan emosional dan sosial anak sebelum melangkah ke jenjang pendidikan dasar.
“Setiap jenjang pendidikan—mulai dari KB, PAUD, TK, hingga SD—merupakan rangkaian pengalaman yang saling menguatkan dan tidak boleh tergesa-gesa dilewati. Kesiapan sekolah bukan sekadar bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan kematangan emosi, regulasi diri, dan rasa aman anak saat beradaptasi di lingkungan baru,” ungkap Heni.
Ia juga mengingatkan tentang fenomena ilusi percepatan, di mana anak terlihat pintar secara akademik di awal, tetapi berisiko mengalami tekanan emosional dan hilangnya motivasi belajar di kemudian hari jika kematangan mentalnya belum siap. Oleh karena itu, kolaborasi yang hangat antara rumah dan sekolah sangat diperlukan untuk mendampingi tumbuh kembang anak.
Layanan Screening Siswa Istimewa
Kegiatan ini diimbangi dengan proses screening bagi siswa-siswi TK Permata Ananda, khususnya layanan asesmen khusus bagi siswa istimewa (anak berkebutuhan khusus/inklusif) yang dilakukan oleh terapis dan screener SD Mumtaz, Reni Puspitasari, S.Psi.
Melalui screening ini, pihak sekolah dan orang tua dapat mengetahui gambaran awal mengenai profil perkembangan motorik, sosial-emosional, serta potensi unik yang dimiliki oleh setiap anak. Hal ini memastikan bahwa setiap siswa—termasuk siswa istimewa—mendapatkan pendekatan pembelajaran dan pendampingan yang tepat saat memasuki jenjang sekolah dasar kelak.
Sosialisasi PPDB: Tersisa 6 Kuota
Di sela-sela kegiatan, salah satu marketer SD Mumtaz yang juga Kaur SDM, Arif Yuli Purwanto, S.T., M.Pd., menyampaikan sosialisasi terkait pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran mendatang.
Arif menyampaikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap program-program unggulan di SD Mumtaz. Ia mengimbau para wali murid TK Permata Ananda yang ingin memercayakan pendidikan putra-putrinya di SD Mumtaz untuk segera melakukan registrasi.
“Saat ini kuota penerimaan peserta didik baru di SD Mumtaz sudah hampir terpenuhi. Pagu kami tinggal menyisakan 6 kursi saja sebelum resmi ditutup,” ujar Arif di hadapan para wali murid.
Kegiatan interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara wali murid dan narasumber, dilanjutkan dengan foto bersama serta konseling singkat bagi orang tua terkait hasil pemetaan awal tumbuh kembang anak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments