
PWMU.CO – MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi menghadiri Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (3–4/7/2025), bertempat di kawasan wisata edukatif Trawas, Mojokerto.
Workshop ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah tingkat SD/MI serta SMP/MTs se-Cabang Laren. Hadir sebagai pemateri utama Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Laren, Ikwanto SPd MM MPd, yang juga merupakan pengawas Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Helmi Rohmanto SPdI, didampingi Waka Kurikulum Usidah SPdI, dan bendahara madrasah Imroatul Baroroh SPdI, turut serta aktif dalam kegiatan ini.
Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua PCM Laren, Drs Ahmad Umar, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman mendalam tentang pendekatan deep learning. “Seluruh peserta harus mengerti apa itu pembelajaran mendalam dan bagaimana cara menerapkannya di sekolah dan madrasah masing-masing. Ini bagian dari upaya kita untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” ujarnya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penguatan ideologi kemuhammadiyahan yang disampaikan oleh Ketua PCM Laren. Materi ini menjadi bekal spiritual dan ideologis sebelum peserta masuk ke sesi teknis inti.
Pada malam harinya, Ikwanto menyampaikan materi tentang konsep pembelajaran mendalam. Ia menjelaskan perbedaan pendekatan surface learning, strategic learning, dan deep learning yang menekankan pada nalar kritis, refleksi, dan pemahaman konseptual yang utuh. “Deep learning bukan sekadar menghafal, tapi menggali makna dan keterkaitan konsep sehingga siswa lebih kreatif dan mampu berpikir tingkat tinggi,” terangnya.
Memasuki hari kedua, peserta diminta menyusun rencana pembelajaran dengan pendekatan deep learning sesuai dengan konteks di lembaga masing-masing. Antusiasme tampak dalam sesi ini, karena peserta diajak langsung merancang perangkat pembelajaran secara kolaboratif.
Menutup kegiatan, Drs. Ahmad Umar kembali menegaskan pentingnya tindak lanjut dari workshop ini. “Jangan berhenti di sini. Terapkan di kelas, evaluasi, dan terus kembangkan. Agar pembelajaran di sekolah dan madrasah Muhammadiyah kita makin berkualitas dan relevan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi menegaskan komitmennya dalam memperkuat proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter kebangsaan. Pendekatan deep learning yang diperkenalkan dalam workshop menjadi pijakan penting bagi guru-guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang mampu menggugah nalar kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa di dalam kelas.
Dengan mengintegrasikan nilai, nalar, dan kompetensi abad 21, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan kepekaan sosial. Model pembelajaran seperti ini akan membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir mendalam, menghadapi tantangan zaman, dan tetap teguh pada jati diri sebagai pelajar Muhammadiyah yang Islami dan berkemajuan. (*)
Penulis Helmi Rohmanto Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments