Konsolidasi Pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Aula Mas Mansur, Gedung PWM Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026), tidak hanya menjadi ajang konsolidasi pendidikan, tetapi juga menghadirkan refleksi inspiratif tentang pentingnya membangun sumber daya manusia unggul.
Kegiatan yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tersebut diawali dengan rangkaian acara pembukaan. Sambutan PWM Jawa Timur disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. H. Sulthon Amien, M.M.
Dalam sambutannya, Sulthon Amin mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas berbagai capaian Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan. Namun, menurutnya, Muhammadiyah tidak boleh cepat berpuas diri karena masih banyak hal yang harus dipelajari dan ditingkatkan.
Sebagai ilustrasi, ia mengambil pelajaran dari ajang sepak bola paling bergengsi di dunia, yaitu Piala Dunia FIFA.
“Sebanyak 32 tim yang lolos ke putaran final Piala Dunia merupakan tim-tim terbaik dunia. Ada satu negara di Afrika yang patut menjadi inspirasi bagi kita,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan di Afrika Barat dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa. Meski memiliki populasi yang relatif kecil, negara tersebut mampu melahirkan tim nasional sepak bola yang mampu bersaing di level internasional.
Menurut Sulthon, yang patut dicermati bukan sekadar prestasi sepak bolanya, melainkan kemampuan negara tersebut dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia hingga mampu menghasilkan atlet bertaraf dunia.
“Yang perlu kita pelajari adalah bagaimana negara dengan jumlah penduduk yang sedikit mampu menghasilkan talenta-talenta olahraga kelas dunia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih besar dan sumber daya manusia yang melimpah, seharusnya peluang untuk melahirkan generasi berprestasi juga semakin besar.
Karena itu, Muhammadiyah perlu menaruh perhatian pada proses pembinaan, pendidikan, dan pengembangan potensi peserta didik secara berkelanjutan.
Sulthon, yang juga dikenal sebagai pengusaha, menegaskan bahwa keberhasilan mencapai level dunia tidak diperoleh secara instan. Dibutuhkan proses panjang, pembinaan yang konsisten, serta komitmen kuat dalam mencetak generasi terbaik.
Ia kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan dunia pendidikan Muhammadiyah.
Menurutnya, sebagaimana Tanjung Verde mampu melahirkan pesepak bola kelas dunia, sekolah-sekolah Muhammadiyah juga harus mampu mencetak lulusan yang berprestasi dan berkiprah di tingkat internasional.
Harapan tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh insan pendidikan Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments