Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Sertifikasi Juru Masak MBM, Pastikan Mutu Gizi dan Keamanan Pangan

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Sertifikasi Juru Masak MBM, Pastikan Mutu Gizi dan Keamanan Pangan
pwmu.co -

Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPMG) menyelenggarakan Uji Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Universitas Aisyiyah Yogyakarta (SPPG UNISA), Sabtu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memastikan mutu, kualitas, dan keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBM.

Wakil Direktur Keuangan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah, Yuli Isnaeni, mengatakan sertifikasi juru masak diperlukan untuk memastikan aspek keamanan pangan dan mutu gizi dalam layanan MBM.

“Dengan adanya program sertifikasi chef ini, diharapkan pilar-pilar yang ada di SPPG Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, terutama pilar keamanan pangan, bisa terjamin oleh chef yang tersertifikasi. Selain itu, tentunya juga untuk menjaga mutu gizi yang ada. Mudah-mudahan program ini tidak hanya berjalan dalam waktu singkat, sehingga terus memberikan kemanfaatan,” ujar Yuli.

Sertifikasi tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memastikan para juru masak yang terlibat dalam program MBM memiliki kompetensi dan standar kerja sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi.

Yuli menegaskan, proses menjaga mutu tidak berhenti setelah peserta memperoleh sertifikasi. Monitoring dan evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan standar penyelenggaraan makan bergizi diterapkan secara konsisten.

“Artinya, kita akan terus melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan makan bergizi ini. Bahkan, tak jarang kami melakukan sidak tanpa adanya pemberitahuan. Ini adalah komitmen kerja kami agar mutu, kualitas, keamanan, dan penyajian pangan akan terus bagus,” tambah Yuli.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadharma Utama, Vera Damayanti, menjelaskan proses sertifikasi juru masak MBM dilakukan melalui sejumlah tahapan pengujian.

LSP Gunadharma Utama menjadi salah satu mitra Muhammadiyah dalam pelaksanaan uji sertifikasi tersebut.

Tahap pertama berupa ujian pernyataan dan penilaian mandiri yang dilaksanakan pada pagi hari. Peserta kemudian mengikuti ujian tulis selama kurang lebih 60 menit.

Setelah itu, peserta menjalani uji praktik memasak selama 90 menit untuk mengolah bahan makanan yang telah disiapkan.

SMPM 5 Pucang SBY

Tahap terakhir berupa uji wawancara untuk mengukur pemahaman dan kompetensi peserta secara menyeluruh.

“Di sini ada 48 orang dari seluruh Indonesia yang mengikuti uji sertifikasi ini. Untuk standarnya, kita harus memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 125 tentang kategori penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum golongan pokok sebagai tolak ukur,” terang Vera.

Vera menambahkan, penerapan standar kompetensi tersebut diharapkan dapat memastikan juru masak yang terlibat dalam program MBM tidak hanya memiliki kemampuan mengolah makanan.

Mereka juga perlu memahami berbagai aspek lain, mulai dari kebersihan, keamanan pangan, pengolahan bahan makanan, hingga penyajian makanan sesuai standar.

Dengan demikian, kompetensi juru masak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi.

Melalui sertifikasi tersebut, Muhammadiyah berupaya membangun ekosistem penyelenggaraan MBM yang profesional, aman, dan berkualitas.

Standarisasi kompetensi juru masak diharapkan dapat memastikan setiap makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi aspek keamanan pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan program MBM tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga memperhatikan proses pengolahan dan penyajian agar memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 30/08/2026 22:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu