Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah Beri Penghargaan kepada Keluarga KH Mas Mansur

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah Beri Penghargaan kepada Keluarga KH Mas Mansur
Penyerahan pengharagaan kepada keluarga KH Mas Mansur di Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah. Foto: Tarjih Channel
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada keluarga KH Mas Mansur dalam Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas kiprah ulama asal Surabaya tersebut dalam menggerakkan dakwah, pemikiran keislaman, dan perjuangan kebangsaan.

Penghargaan diserahkan di tengah agenda pembukaan Munas Tarjih XXXIII yang dipimpin Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir M.Si.

Abdan Fikri, putra Aunurrofiq Mansyur sekaligus cucu KH Mas Mansur, mewakili keluarga menerima penghargaan tersebut.

Dalam sambutannya, Abdan menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah atas penghargaan yang diberikan kepada kakeknya. Dia berharap gagasan dan perjuangan KH Mas Mansur terus menjadi inspirasi bagi keluarga, masyarakat, dan warga Muhammadiyah.

“Kami wakil dari keluarga mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Mbah Mansur dan berharap pemikiran dan ide-ide besar Mbah di bidang dakwah, sosial, politik, dan kebangsaan menjadi inspirasi keluarga, masyarakat, dan khususnya warga Muhammadiyah dalam menggerakkan dakwah yang berkemajuan,” ujarnya.

Abdan yang juga Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal, Kota Surabaya, menuturkan, perjuangan KH Mas Mansur tidak hanya berkaitan dengan dakwah keagamaan. Ulama kelahiran Surabaya, 25 Juni 1896, itu juga berperan dalam membangkitkan kesadaran berbangsa di tengah penjajahan Belanda.

“KH Mas Mansur, kelahiran Surabaya pada 25 Juni 1896, kiprah perjuangannya begitu menginspirasi untuk membangkitkan kesadaran berbangsa di tengah cengkeraman penjajah kolonial Belanda bersama beberapa tokoh lainnya membangun kekuatan, menginisiasi perjuangan,” katanya.

Abdan menjelaskan, KH Mas Mansur merupakan ulama muda yang memiliki pengaruh besar pada zamannya. Pemikiran dan gerakan dakwahnya hadir di tengah kondisi sosial keagamaan yang masih diwarnai taklid dan kejumudan.

Pertemuan dengan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan intelektual dan gerakan dakwah Mas Mansur.

Interaksi keduanya berlangsung aktif. Pertemuan itu turut membentuk perkembangan pemikiran Mas Mansur muda hingga kemudian mendapat amanah sebagai Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya pada 1 November 1921.

Kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dari kiprah Mas Mansur dalam mengembangkan Muhammadiyah di Kota Pahlawan.

Dakwah yang Menjelma Gerakan Amal

Menurut Abdan, Mas Mansur bersama para pimpinan Muhammadiyah lainnya menggerakkan dakwah melalui penguatan organisasi dan sinergi sosial.

Gerakan tersebut tidak berhenti pada penyampaian gagasan keagamaan. Dakwah Muhammadiyah juga diwujudkan melalui pembangunan berbagai amal usaha, mulai dari masjid, sekolah, santunan sosial, hingga balai kesehatan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Gerakan amal yang merupakan program dakwah Muhammadiyah Surabaya menjadi solusi yang relevan, sehingga kehadiran dakwah Muhammadiyah berdampak bagi kehidupan secara luas,” jelasnya.

Bagi Abdan, kiprah tersebut memperlihatkan bagaimana pemikiran keagamaan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Dakwah tidak hanya berbicara tentang pemahaman agama, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi kehidupan sosial.

Pemikiran Keagamaan yang Terhubung dengan Kehidupan

Selain gerakan amal, KH Mas Mansur dikenal memiliki wawasan keilmuan yang luas. Pemikirannya tidak terlepas dari dinamika kehidupan masyarakat dan persoalan kebangsaan.

Abdan menilai, gagasan keagamaan Mas Mansur menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan zaman. Pemikiran Islam tidak ditempatkan jauh dari kehidupan sosial, tetapi menjadi landasan untuk merespons berbagai persoalan masyarakat.

“Wawasan keilmuan yang begitu luas dan relevan, sehingga KH Mas Mansur memberikan beberapa pemikiran keagamaan yang terkoneksi dengan aktivitas kemasyarakatan,” tuturnya.

Dia menambahkan, perhatian terhadap dinamika kehidupan tersebut menjadi bagian dari gerakan pemikiran keagamaan yang terus berkembang melalui tradisi tarjih Muhammadiyah.

Peserta Munas Menggali Kiprah Mas Mansur

Penghargaan kepada keluarga KH Mas Mansur menjadi salah satu momentum dalam rangkaian Pembukaan Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah di Surabaya.

Selepas acara pembukaan, sejumlah peserta tidak hanya berfoto bersama Abdan Fikri sebagai perwakilan keluarga. Mereka juga membangun komunikasi dan menggali lebih jauh tentang peran serta kepeloporan KH Mas Mansur.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat perjalanan tokoh Muhammadiyah yang memiliki kontribusi dalam bidang keagamaan, sosial, politik, dan kebangsaan.

Munas Tarjih XXXIII yang digelar di kota kelahiran KH Mas Mansur itu sekaligus menghadirkan ruang untuk menyambungkan kembali pemikiran dan perjuangannya dengan dinamika Muhammadiyah masa kini. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 05/11/2026 14:33
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu