Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar, drh. Sri Widodo, mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan merusak masa depan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan motivasi Islami bagi anak-anak Muhammadiyah Children Center (MCC) PDM Kota Blitar di Masjid Baiturrahman, Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, Sabtu (17/10/2026).
Mengangkat tema “Narkoba Membunuhmu dan Merusak Masa Depanmu”, Sri Widodo menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba, termasuk minuman keras (miras), dapat menimbulkan berbagai dampak serius. Di antaranya perubahan kesadaran, ketergantungan, gangguan kesehatan, hingga kematian akibat keracunan atau overdosis.
Ia mengawali pemaparannya dengan mengingatkan peserta bahwa minuman beralkohol juga memiliki risiko serius apabila dikonsumsi secara berlebihan atau dicampur dengan bahan lain yang berbahaya.
Sri Widodo kemudian mencontohkan sejumlah kasus kematian akibat konsumsi minuman keras oplosan yang diberitakan terjadi di beberapa daerah, antara lain Kota Batu, Jawa Timur, pada Mei 2026; Subang, Jawa Barat, pada Februari 2026; dan Jepara, Jawa Tengah, pada Februari 2026.
“Selain bisa menyebabkan kematian, penyalahgunaan narkoba juga bisa menyebabkan hancurnya masa depan,” ujarnya.
Kisah Mantan Pengguna Narkoba
Untuk menggambarkan dampak penyalahgunaan narkoba, Sri Widodo menceritakan pengalaman seseorang berinisial W yang berhasil lepas dari ketergantungan narkoba.
Menurut kisah yang disampaikan, W awalnya menganggap narkoba sebagai bagian dari gaya hidup yang membuat dirinya terlihat hebat dan disegani orang lain. Namun, pandangan tersebut justru membawanya pada persoalan yang membahayakan diri sendiri dan mengecewakan keluarga.
W mulai menggunakan narkoba karena rasa penasaran dan pengaruh lingkungan pergaulan. Ia mengira narkoba merupakan sesuatu yang keren, tanpa mempertimbangkan risiko yang dapat ditimbulkan.
Persoalan semakin serius ketika W berkenalan dengan seorang perempuan melalui aplikasi. Perempuan tersebut kemudian menitipkan barang kepadanya. Belakangan, W mengetahui bahwa barang itu adalah sabu-sabu. Peristiwa tersebut berujung pada penangkapan oleh polisi.
Pengalaman itu membuat W menyadari kesalahannya. Ia merasa menyesal karena telah mengecewakan keluarga dan tidak siap menghadapi kehidupan di penjara. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya untuk meninggalkan narkoba.
Sri Widodo menjelaskan bahwa tekad yang kuat untuk berubah, disertai dukungan orang tua, menjadi bagian penting dalam proses pemulihan W.
“Dengan niat yang bulat dan ikhlas untuk meninggalkan narkoba serta dukungan penuh orang tua yang selalu memberikan motivasi, W bisa terlepas dari penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Kisah tersebut menjadi pengingat bagi anak-anak MCC agar tidak mencoba narkoba hanya karena rasa penasaran, tekanan teman sebaya, atau keinginan untuk dianggap hebat oleh lingkungan pergaulan.
Penyalahgunaan Narkoba Bertentangan dengan Ajaran Islam
Sri Widodo juga menjelaskan bahwa penyalahgunaan zat yang memabukkan bertentangan dengan ajaran Islam karena dapat mendatangkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 219 yang menjelaskan bahwa khamar dan judi memiliki beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.
Menurutnya, suatu zat yang memiliki kegunaan dalam bidang medis tidak boleh disalahgunakan. Penggunaan obat untuk kepentingan pengobatan harus dilakukan sesuai indikasi dan petunjuk tenaga kesehatan. Penyalahgunaan zat yang memabukkan dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa.
Ia juga mengutip hadis riwayat Muslim yang artinya, “Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.”
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjauhi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba, sekaligus memahami bahwa dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kehidupan keluarga, sosial, dan masa depan seseorang.
Memperbaiki Salat dan Memohon Pertolongan Allah
Dalam motivasinya, Sri Widodo mengajak anak-anak MCC untuk menjadikan salat dan kesabaran sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan serta menghadapi berbagai persoalan.
Ia mengingatkan bahwa salat merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah dan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Ia juga mengutip firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 153 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Menurut Sri Widodo, ayat tersebut mengajarkan umat Islam untuk memohon pertolongan Allah dengan kesabaran dan salat ketika menghadapi kesulitan, termasuk dalam perjuangan meninggalkan ketergantungan narkoba.
Menutup motivasinya, ia berpesan agar anak-anak MCC berani menolak narkoba, menjauhi lingkungan pergaulan yang berisiko, serta memperbaiki kualitas salat dan hubungan dengan Allah.
Bagi mereka yang telah mengalami ketergantungan, ia mengajak agar tidak berputus asa untuk berubah, meninggalkan lingkungan yang mendorong penggunaan narkoba, memperkuat dukungan keluarga, dan mencari pertolongan yang tepat.
Ia juga mengingatkan pentingnya memohon doa dan rida orang tua serta menjalani proses pemulihan dengan sungguh-sungguh.
Melalui kegiatan motivasi Islami ini, anak-anak Muhammadiyah Children Center PDM Kota Blitar diharapkan semakin memahami bahaya narkoba dan memiliki keberanian untuk menolaknya demi menjaga kesehatan, keselamatan, serta masa depan yang lebih baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments