Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ngangsu Kawruh ke Smamita, SMA Muhammadiyah 16 Jakarta Perkuat Mutu Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Ngangsu Kawruh ke Smamita, SMA Muhammadiyah 16 Jakarta Perkuat Mutu Pendidikan
SMA Muhammadiyah 16 Jakarta melakukan kunjungan studi banding ke SMA Muhammadiyah 1 Taman. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

Semangat meningkatkan mutu pendidikan mempertemukan dua sekolah Muhammadiyah dari Jakarta dan Kabupaten Sidoarjo. SMA Muhammadiyah 16 Jakarta melakukan kunjungan studi banding ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Senin (14/9/2026).

Bukan sekadar kunjungan, pertemuan yang berlangsung di Ruang Demokrasi Smamita tersebut menjadi momentum ngangsu kawruh atau menimba pengalaman. Rombongan mempelajari tata kelola sekolah, penguatan karakter peserta didik, serta berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan.

Sekitar 37 orang dari SMA Muhammadiyah 16 Jakarta hadir dalam kunjungan tersebut. Rombongan dipimpin Kepala Sekolah Arif Rachman Hakim, S.T., M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 13 Jakarta Farina Salim, S.Pd., serta Majelis Dikdasmen PCM Senen Jakarta Yusuf Sidharta bersama jajaran guru.

Kedatangan mereka disambut Kepala Smamita Edwin Yogi Laayrananta, S.Pd., S.I.Kom., M.I.Kom., beserta jajaran pimpinan sekolah dan Wakil Ketua PCM Sepanjang.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membuka peluang kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah. Para peserta juga menimba pengalaman dari pengelolaan pendidikan yang diterapkan Smamita dan PCM Sepanjang.

Belajar dari Tata Kelola Persyarikatan

Sesi awal diisi pemaparan tata kelola kelembagaan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan PCM Sepanjang. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang Dr. Badarman, M.Ag., menjelaskan struktur organisasi sekaligus pola pengelolaan keuangan persyarikatan yang diterapkan di wilayahnya.

Menurutnya, PCM Sepanjang saat ini memiliki 25 ranting binaan. Salah satu prinsip yang dikembangkan adalah pengelolaan dana investasi fisik secara terpusat melalui kas persyarikatan.

“Langkah ini diambil guna memastikan pengelolaan yang profesional, menghindari kesenjangan antar-Amal Usaha Muhammadiyah, serta menjamin kesinambungan ekspansi infrastruktur sekolah-sekolah di bawah naungan PCM Sepanjang,” jelasnya.

Praktik tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting dalam studi banding. Peserta melihat bagaimana persyarikatan membangun sistem pengelolaan terintegrasi untuk mendukung keberlangsungan AUM.

Modernisasi Manajemen Pendidikan

Penguatan tata kelola juga disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sepanjang Dr. Asror, Ch. Ia memaparkan berbagai upaya modernisasi pengelolaan AUM, termasuk penerapan sistem holding pada bidang kesehatan.

“Insyaallah untuk bidang kesehatan di Sepanjang kita sudah memiliki sistem holding. Seluruh pengelolaan rumah sakit sekarang dikelola secara terpadu oleh manajemen holding,” paparnya.

Menurutnya, sistem tersebut menjadi langkah untuk menyatukan pengelolaan dari tingkat cabang. Dengan demikian, pengawasan, standar mutu, dan mitigasi risiko dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan transparan.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa peningkatan mutu pendidikan juga membutuhkan sistem kelembagaan yang kuat, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pendidikan Karakter Jadi Kompas

Dari sisi pengelolaan sekolah, Kepala Smamita Edwin Yogi Laayrananta memaparkan tantangan pendidikan di tengah perubahan gaya hidup generasi muda.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami ingin memastikan bahwa siswa kami tidak hanya unggul secara akademis, melainkan memiliki pondasi moral yang kokoh saat terjun ke masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Smamita mengembangkan dimensi profil lulusan Respect, yakni Religious, Smart, Positive, dan Creative. Keempat nilai tersebut menjadi kompas pembinaan peserta didik agar mampu berkembang secara akademik sekaligus memiliki karakter religius, kecerdasan, sikap positif, dan kreativitas.

“Keempat pilar karakter inilah yang menjadi kompas pembinaan siswa kami agar tetap memegang teguh identitas kader persyarikatan di era keterbukaan,” tutur Edwin.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pendidikan juga diarahkan untuk membentuk peserta didik yang memiliki karakter, nilai, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Ngangsu Kawruh untuk Pendidikan Berkemajuan

Kepala SMA Muhammadiyah 16 Jakarta Arif Rachman Hakim menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan keluarga besar Smamita serta PCM Sepanjang.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut membawa misi silaturahmi sekaligus ngangsu kawruh untuk mendapatkan pengalaman baru dalam pengembangan sekolah.

“Kami sungguh terinspirasi dengan semangat kemandirian dan penguatan karakter di sekolah ini. Semoga silaturahmi ini menjadi jalan pembuka kolaborasi yang lebih luas, menguatkan persaudaraan antar sekolah Muhammadiyah, dan membawa kebaikan bagi mutu pendidikan kita,” ujarnya.

Menurut Arif, berbagai pengalaman dan inovasi yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai dengan karakter dan kebutuhan sekolah masing-masing.

Dari Berbagi Pengalaman Menuju Kolaborasi

Studi banding kemudian dilanjutkan dengan diskusi antarpeserta. Mereka saling bertukar pengalaman dan membahas berbagai hal berkaitan dengan pengelolaan sekolah serta pengembangan program pendidikan.

Sebagian guru juga mengamati proses pembelajaran hingga fasilitas yang ada di Smamita.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata, ramah tamah, dan foto bersama.

Lebih dari sekadar kunjungan, studi banding tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Pengalaman, gagasan, dan inovasi yang dibagikan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diolah menjadi gagasan dan program konkret di masing-masing sekolah.

Sebab, ketika sekolah Muhammadiyah saling belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi, yang tumbuh bukan hanya satu sekolah, melainkan ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang semakin maju, profesional, berkarakter, dan berkemajuan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 15/09/2026 07:25
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu